SAMARINDA – DALAM rangka mengimplementasikan salah satu Program Kerjanya di trimester ke 4 tahun anggaran 2024, Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) selenggarakan Festival Lomba Olahraga Masyarakat.
Kegiatan yang dilaksanakan di Komplek Gelanggang Olahraga (GOR) Kadrie Oening, Jalan KH Wahid Hasyim, Sempaja, Kota Samarinda dari tanggal 28 November hingga 1 Desember 2024 ini menampilkan berbagai cabang olahraga yang unik dan menarik, seperti sumpit, panahan, lempar pisau, kejuaraan sepeda ontel dan breakdance.
“Festival olahraga ini merupakan program tahunan Dispora Kaltim yang bertujuan untuk mengajak masyarakat lebih aktif berpartisipasi dalam kegiatan olahraga,” kata Kepala Bidang (Kabid) Pembudayaan Olahraga, Dispora Kaltim, Bagus Sugiarta, di ruang kerja, Selasa (26/11/2024).
Dia juga menyatakan bahwa festival tersebut merupakam antisipasi bagi komunitas olahraga masyarakat di Kaltim. Dan harapannya agar semua komunitas olahraga masyarakat dapat secara masif berpartisipasi menyemarakkannya.
“Festival ini juga menjadi sarana untuk memperkenalkan olahraga (masyarakat) yang kurang dikenal dan mengajak masyarakat lebih peduli terhadap pentingnya gaya hidup sehat,” tuturnya.
Sementara itu dalam kesempatan terpisah, Kepala Seksi (Kasi) Olahraga dan Rekreasi Tradisional pada Bidang Pembudayaan Olahraga Dispora Kaltim Thomas Alva Edison menerangkan, Festival Lomba Olahraga Masyarakat itu bertujuan untuk menampilkan keberagaman olahraga tradisional yang ada di Kaltim, sekaligus menjaga warisan budaya yang mulai terlupakan.
“Festival ini adalah cara kami merayakan budaya dan memperlihatkan keberagaman olahraga tradisional yang ada di Kaltim,” paparnya.
Selain mempertandingkan cabang olahraga, festival ini pada hakekatnya mempunyai misi yang lebih besar yaitu untuk mendekatkan masyarakat pada nilai-nilai budaya yang terkandung dalam olahraga tradisional.
“Festival ini bukan hanya tentang meraih kemenangan, tetapi juga tentang bagaimana olahraga tradisional bisa menjadi alat untuk melestarikan warisan budaya bangsa,” ujar Thomas menambahkan.
Dengan menggabungkan olahraga dan seni, lanjurnya, Dispora Kaltim berharap olahraga tradisional dapat menjadi bagian dari identitas lokal yang membanggakan.
“Olahraga tradisional adalah bagian dari identitas kita. Melalui festival ini kami berharap masyarakat khususnya generasi muda, semakin peduli dan berperan aktif dalam menjaga dan melestarikan warisan budaya ini,” jelasnya.
Thomas juga menandaskan bahwa Dispora Kaltim berkomitmen untuk terus mendukung perkembangan olahraga tradisional, harapannya tidak hanya meningkatkan kesadaran akan pentingnya pelestarian budaya, tetapi juga membuka ruang bagi kreativitas dan potensi masyarakat dalam bidang olahraga tradisional.
“Kami mengajak masyarakat untuk terus menjaga warisan budaya ini melalui berbagai kegiatan yang melibatkan unsur budaya lokal secara inovatif dan kreatif,” pungkasnya. *
Penulis: Himawan Yokominarno