Insiden Berdarah di Chad: 19 Tewas dalam Baku Tembak Dekat Istana Presiden

Insiden Berdarah di Chad: 19 Tewas dalam Baku Tembak Dekat Istana Presiden

JAKARTA – Baku tembak terdengar dekat Istana Kepresidenan Chad di ibu kota N’Djamena pada Rabu (8/1/2025) malam. Sekelompok orang bersenjata mencoba menyerbu kompleks tersebut. Sebagaimana dilansir dari IDN Times, upaya melawan kelompok itu membuat satu pasukan keamanan tewas. Sedangkan di pihak penyerang, 18 orang dilaporkan tewas.

1. Pemerintah sebut hanya insiden kecil Juru bicara pemerintah, Abderaman Koulamallah, bahwa peristiwa baku tembak itu adalah insiden kecil.

Dia menyebut para penyerang melakukan upaya destabilitasi dan telah dipadamkan. Menteri Infrastruktur Aziz Mahamat Saleh mengatakan bahwa situasi sedang ditangani.”Tidak ada yang serius, tidak ada kepanikan, situasinya terkendali,” katanya.

2. Kelompok bersenjata menyerang kamp militer

Belum ada rincian mengenai baku tembak di ibu kota N’Djamena. Tapi, beberapa sumber keamanan mengatakan bahwa komando bersenjata melepas tembakan di dalam gedung kepresidenan. Pengawal kemudian mengalahkan mereka.

“Orang-orang dalam tiga kendaraan menyerang kamp militer di sekitar kantor presiden, tetapi tentara menetralisir mereka,” katanya, dikutip Reuters.Warga sipil di daerah tersebut mengaku mendengar suara tembakan yang keras.”Saya terjebak di Place de Nation di depan kantor presiden, karena saya mendengar suara tembakan hebat dan kendaraan militer datang dari segala arah,” kata Abbas Mahamout Seid, seorang warga.

3. Chad meminta pasukan Prancis hengkang akhir bulan ini

Chad saat ini dipimpin oleh Presiden Mahamat Idriss Deby, yang merebut kekuasaan setelah pemberontak membunuh ayahnya, Presiden Idriss Deby. Negara itu merupakan bekas koloni Prancis dan masih memiliki hubungan dengan Paris.Namun, dalam beberapa tahun terakhir, hubungan itu mengalami keretakan. Prancis yang memiliki beberapa pangkalan militer di Afrika untuk membantu memerangi kelompok militan jihadis kini mulai disingkirkan.Dilansir VOA News, Chad telah memerintahkan agar pasukan Prancis menarik diri dari negara itu sebelum akhir bulan ini.

Sebelumnya, Presiden Prancis Emmanuel Macron menyebut bahwa negara-negara Afrika tidak berterima kasih atas peran Prancis membantu memerangi kelompok militan.Pernyataan itu memicu gelombang kemarahan di Afrika. Presiden Chad menyebut Macron tidak menghormati dan merendahkan Afrika.[]

Putri Aulia Maharani

Hotnews Internasional Kasus