KUTAI KARTANEGARA – Seorang perempuan berinisial TM (20) diduga menjadi korban perundungan di salah satu sekolah di Desa Anggana, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar). Sebagaimana dilansir dari KaltimPost, Korban yang masih berstatus pelajar di jenjang SMA itu saat ini tengah menjalani perawatan intensif di RSUD Abdul Wahab Sjahranie (AWS) Samarinda. Ketua Tim Reaksi Cepat Perlindungan Perempuan dan Anak (TRC PPA) Kaltim, Rina Zainun, membenarkan kejadian tersebut saat dikonfirmasi Sabtu (25/1).
“Korban masih sekolah. Saat ini ia sudah dilarikan ke rumah sakit dan sedang menjalani perawatan,” ungkap Rina.Rina menjelaskan, TM sejak kecil tinggal bersama neneknya karena kedua orang tuanya berpisah ketika korban masih dalam kandungan. Terkait insiden ini, korban sempat kritis akibat menelan 10 butir obat jenis paracetamol.
“Korban kami larikan ke rumah sakit hari ini (25/1) dari rumahnya. Saat itu kondisinya kritis, hampir seluruh tubuhnya dingin. Saat ini keadaannya mulai membaik,” tutur Rina.
Dari keterangan nenek korban, jelas Rina, TM dirundung pada Kamis, 23 Januari 2025, saat kegiatan belajar berlangsung di sekolah. Bentuk perundungan belum dapat dipastikan karena korban masih sulit diajak berkomunikasi.
“Menurut informasi awal, korban sempat dikurung di sebuah ruangan oleh teman-temannya. Malamnya, dia meminum obat sebanyak 10 butir,” jelas Rina.
Rina menambahkan, pihaknya belum dapat mengetahui secara rinci bentuk perundungan lainnya karena kondisi korban yang masih belum stabil secara emosional dan fisik.
“Saat ini kami hanya bisa berkomunikasi lewat tatapan mata. Ketika mulai sadar, korban menangis, sehingga kami belum bisa menggali informasi lebih jauh,” tutupnya.[]
Putri Aulia Maharani