Selamatkan Adik, Bocah 10 Tahun Kena Serpihan Pesawat

Selamatkan Adik, Bocah 10 Tahun Kena Serpihan Pesawat

JAKARTA – Seorang bocah berusia 10 tahun mendapat julukan “superhero” setelah dengan gagah berani melindungi adiknya dalam insiden jatuhnya pesawat ambulans di jalanan yang sibuk. Sebagaimana dilansir dari Suara.com, Bocah bernama Andre Howard itu tengah berada di dalam mobil bersama ayahnya dan dua saudara kandungnya saat pesawat medis mendadak jatuh dan menghantam tanah.

Dalam hitungan detik sebelum serpihan logam beterbangan ke segala arah, Andre segera bertindak. Ia berteriak kepada adiknya, “Turun!” sembari menariknya ke dalam pelukan. Namun, justru Andre yang terkena hantaman puing pesawat, dengan potongan logam yang tertancap di kepalanya.

Momen Mencekam di Lokasi Kejadian

Ayahnya, Andre Howard Sr., mengenang detik-detik menegangkan tersebut.

“Saat saya mendengar suara kaca pecah, saya menoleh dan melihat ada serpihan logam yang menancap di kepala anak saya,” ujar Howard Sr., seperti dikutip dari Awakmedia.

Seorang petugas kepolisian yang melihat kejadian itu segera membawa Andre ke Rumah Sakit Jefferson Torresdale. Tim medis langsung melakukan operasi darurat guna menyelamatkan nyawanya. Sang ayah mengungkapkan bahwa dokter sempat memberikan peringatan terkait kondisi kritis anaknya dan menyatakan bahwa kemungkinan bertahan hidupnya sangat kecil.

“Mereka bilang, ‘Kami tidak menangani trauma anak-anak di sini.’ Tapi mereka tetap berusaha, dan itu semua berkat Tuhan,” ucap Howard Sr.

Meskipun mengalami cedera serius, Andre kini dalam masa pemulihan dan menunjukkan ketangguhan luar biasa. Ibunya, Lashawn Hamiel, tidak dapat menyembunyikan rasa bangga terhadap keberanian anaknya.

“Dia kuat. Dia sedang berjuang melewatinya. Dia anak yang periang, suka bercanda, tapi dia juga sangat kuat. Dia pahlawan kami,” ungkap Hamiel.

Korban Jiwa dan Penyebab Kecelakaan

Insiden tragis ini menelan tujuh korban jiwa. Presiden Meksiko, Claudia Sheinbaum, mengonfirmasi bahwa enam orang yang berada di dalam pesawat, yang merupakan jet medis asal Meksiko, tewas dalam kejadian tersebut. Selain itu, seorang warga sipil di darat juga menjadi korban jiwa akibat kecelakaan tersebut.

Pesawat kecil itu jatuh tak lama setelah lepas landas dari Bandara Philadelphia Timur Laut, menciptakan bola api besar yang menyebabkan kerusakan parah di area permukiman padat. Setidaknya 19 orang mengalami luka-luka dalam insiden ini, meskipun sebagian besar telah diperbolehkan pulang dari rumah sakit setelah mendapatkan perawatan medis.

Hingga kini, pihak berwenang masih menyelidiki penyebab kecelakaan. Adam Thiel, Direktur Manajemen Kota Philadelphia, menyatakan bahwa dibutuhkan waktu beberapa hari atau lebih lama untuk memperoleh data lengkap terkait jumlah korban dan penyebab pasti tragedi ini.

Presiden Claudia Sheinbaum menyampaikan belasungkawa melalui unggahan di Twitter (X) pada Sabtu pagi. Penyelidikan lebih lanjut masih terus dilakukan guna mengungkap penyebab pasti dari kecelakaan yang mengguncang Philadelphia tersebut.[]

Putri Aulia Maharani

Internasional