Driver Ojol Demo Minta THR di Kemnaker, Beberapa Tetap Narik di Stasiun

Driver Ojol Demo Minta THR di Kemnaker, Beberapa Tetap Narik di Stasiun

JAKARTA – Asosiasi pengemudi ojek online (ojol) akan menggelar aksi demonstrasi di depan kantor Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) pada Senin (17/2/2025). Mereka menuntut agar perusahaan aplikasi memberikan Tunjangan Hari Raya (THR) bagi para pengemudi saat Lebaran, sebagai bentuk penghargaan atas jasa mereka yang bekerja keras meskipun di tengah situasi yang serba tidak pasti selama pandemi. Hal ini menjadi tuntutan penting bagi mereka yang berjuang untuk tetap memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

Sejumlah pengemudi ojol di beberapa titik di ibu kota masih tetap beroperasi seperti biasa, meskipun ada seruan untuk melakukan aksi demo. Pantauan kumparan di lokasi seperti Stasiun Senayan, Setiabudi, dan Bundaran HI, terlihat pengemudi yang menurunkan dan menjemput penumpang.

Mereka tampak sigap dalam menjalankan aktivitas mereka, meskipun di tengah protes yang dilancarkan oleh asosiasi mereka. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun ada ketegangan terkait hak-hak mereka, pengemudi ojol tetap berkomitmen untuk memberikan layanan terbaik bagi pelanggan.

Di kawasan stasiun LRT Kuningan, Jakarta, beberapa pengemudi ojol dengan jaket hijau masih stand by menunggu penumpang, menandakan mereka tidak terpengaruh oleh seruan aksi demo. Para pengemudi ini merasa penting untuk melanjutkan pekerjaan mereka, meski dalam situasi yang penuh ketidakpastian mengenai pemberian hak-hak mereka.

Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli, menjelaskan bahwa pihaknya sudah melakukan beberapa kali pertemuan dengan perwakilan pengemudi ojol dan pengusaha. “Sebelum demo, kami sudah bertemu beberapa kali dengan perwakilan dari teman-teman pekerjanya, dan juga dua kali bertemu dengan pengusaha.

Mereka berjanji untuk menyambut baik pertemuan tersebut,” kata Yassierli di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (17/2). Dia menambahkan bahwa pertemuan tersebut untuk membahas bagaimana cara terbaik dalam memberikan THR bagi para pengemudi ojol yang selama ini berperan penting dalam mobilitas masyarakat, terutama di masa-masa sulit.

Yassierli juga menegaskan bahwa pihak pengusaha saat ini sedang mencari formula yang tepat mengenai besaran dan mekanisme pemberian THR kepada para pengemudi ojol. “Ini masalah besarannya dan formulanya seperti apa, ini yang sedang kami carikan,” ucapnya, mengindikasikan bahwa pihaknya bekerja keras untuk mencari solusi yang adil bagi semua pihak.

Aksi ini menjadi bagian dari perjuangan pengemudi ojol untuk mendapatkan kesejahteraan yang lebih baik, khususnya dalam menghadapi kebutuhan yang meningkat menjelang Lebaran. T

untutan ini juga memperlihatkan betapa pentingnya hak-hak pekerja di sektor digital yang selama ini memberikan kontribusi signifikan bagi perekonomian Indonesia, namun sering kali terabaikan. Para pengemudi ojol berharap bahwa demonstrasi ini akan menjadi titik awal bagi perubahan yang lebih baik di masa depan.[]

Putri Aulia Maharani

Nasional