JAKARTA – Wali Kota dan Wakil Wali Kota Samarinda terpilih, Andi Harun dan Saefuddin Zuhri, mengikuti rangkaian persiapan pelantikan di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta, pada Selasa (18/2). Kegiatan ini merupakan bagian dari tahapan teknis sebelum pelantikan resmi yang dijadwalkan berlangsung pada 20 Februari di Istana Merdeka.
Andi Harun dan Saefuddin Zuhri tiba di lokasi pada pukul 07.00 WIB dengan mengenakan pakaian olahraga, sesuai dengan jadwal yang ditetapkan oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Mereka memasuki kawasan Monas melalui Pintu Barat Laut yang berada di depan Istana Merdeka. Setelah turun dari kendaraan, mereka diarahkan ke area persiapan, sementara kendaraan mereka dipindahkan ke tempat parkir yang telah disediakan.
Sebanyak 503 pasangan kepala daerah dan wakil kepala daerah dari berbagai wilayah di Indonesia turut mengikuti kegiatan ini. Dalam sesi pengarahan, peserta diberikan informasi mengenai alur masuk dan keluar lokasi acara serta teknis pelaksanaan pelantikan. Gladi kotor dilakukan dengan mengenakan pakaian olahraga, sedangkan gladi bersih dijadwalkan pada Rabu (19/2) dengan pakaian dinas upacara (PDU).
Dalam keterangannya kepada media, Andi Harun menegaskan komitmennya untuk meneruskan program yang telah berjalan sekaligus menambahkan program baru guna meningkatkan efektivitas pemerintahan. Ia juga menekankan pentingnya percepatan dalam menjalankan kebijakan serta mempererat koordinasi dengan jajaran Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda.
“Kami mengusung tema sukses berkelanjutan. Program yang sudah ada akan terus dijalankan, ditambah dengan kebijakan baru yang bertujuan menyempurnakan sistem yang telah berjalan,” ujar Andi Harun.
Setelah pelantikan, Andi Harun dijadwalkan mengikuti program pembekalan kepala daerah di Magelang hingga 28 Februari. Sementara itu, Saefuddin Zuhri akan kembali ke Samarinda pada 21 Februari untuk mulai menjalankan tugasnya sebagai wakil wali kota.
Selain dari Samarinda, kepala daerah terpilih dari berbagai daerah di Kalimantan Timur, termasuk Bupati Kutai Timur Ardiansyah Sulaiman dan Wakil Bupati Mahyunadi, juga turut serta dalam persiapan ini. Sebelumnya, mereka telah menjalani pemeriksaan kesehatan dan melengkapi administrasi yang diperlukan untuk pelantikan.
Ardiansyah Sulaiman mengungkapkan bahwa hasil pemeriksaan kesehatan yang dijalaninya cukup memuaskan. “Alhamdulillah, semua hasil pemeriksaan di Kemendagri menunjukkan kondisi yang baik dan kami dinyatakan sehat,” katanya.
Dalam gladi kotor, para kepala daerah mengikuti berbagai latihan teknis, termasuk baris-berbaris, tata cara upacara, serta simulasi jalannya prosesi pelantikan. Menurut Ardiansyah, latihan tersebut berjalan dengan lancar tanpa kendala berarti.
“Kami mengikuti latihan dengan baik dan memastikan semua berjalan sesuai arahan. Besok, kami akan mengenakan pakaian dinas upacara untuk gladi bersih sebelum prosesi pelantikan di Istana Merdeka,” tambahnya.
Pada Kamis (20/2), pelantikan kepala daerah akan dipimpin langsung oleh Presiden Prabowo Subianto. Berdasarkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 13 Tahun 2025 tentang Tata Cara Pelantikan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah, sebanyak 481 kepala daerah akan dilantik secara serentak. Namun, terdapat 22 kepala daerah dari Provinsi Aceh yang tidak termasuk dalam pelantikan serentak tersebut.
Prosesi gladi bersih pada Rabu (19/2) akan dimulai sejak pukul 08.00 WIB. Seluruh kepala daerah akan berkumpul di area yang telah ditentukan dan menjalani pemanasan sebelum mengikuti latihan teknis. Mereka akan dibagi ke dalam 30 pleton sesuai dengan wilayah masing-masing. Latihan meliputi baris-berbaris, sikap penghormatan, serta tata cara memasuki lokasi pelantikan.
Pantauan di lokasi menunjukkan bahwa para kepala daerah mengikuti latihan dengan serius, meskipun harus berlatih di bawah terik matahari. Beberapa di antaranya bahkan mencopot jaket dan mengenakan topi untuk mengurangi paparan sinar matahari langsung.
Sebagai bagian dari pembinaan mental dan kebersamaan, para kepala daerah juga menyanyikan lagu-lagu perjuangan seperti “Halo-Halo Bandung” untuk membangun semangat dalam menjalani persiapan akhir menjelang pelantikan.
Dengan selesainya rangkaian persiapan ini, diharapkan pelantikan dapat berjalan dengan lancar dan seluruh kepala daerah terpilih dapat segera menjalankan tugasnya untuk melayani masyarakat di daerah masing-masing. []
Putri Aulia Maharani