JAKARTA – Dua perusahaan pelat merah, PT Pegadaian (Persero) dan PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BRIS), resmi menjadi penyelenggara bank bullion di Indonesia. Kedua perusahaan telah menetapkan target ambisius untuk lima tahun ke depan dalam upaya mengembangkan layanan bank emas di dalam negeri.
Direktur Utama Pegadaian, Damar Latri Setiawan, mengungkapkan bahwa pihaknya menargetkan transaksi emas senilai Rp219 triliun dalam lima tahun ke depan. Ia optimistis bahwa dengan adanya bank bullion, tabungan emas masyarakat akan semakin meningkat dan dikelola lebih optimal dalam sistem keuangan nasional. Hingga saat ini, Pegadaian telah mencatatkan deposito emas sebesar 300 kilogram dan menargetkan akumulasi deposito emas mencapai 1,5 ton pada akhir tahun 2025. Sementara itu, total emas yang saat ini dikelola oleh Pegadaian tercatat mencapai 100 ton.
Direktur Utama BSI, Herry Gunardi, menyebutkan bahwa bank syariah ini telah mencatatkan emas sebanyak 17,5 ton. Ia pun menargetkan jumlah tersebut meningkat 5-6 kali lipat dalam lima tahun ke depan. Dengan jaringan lebih dari 1.300 cabang, BSI berharap dapat menjangkau lebih banyak masyarakat yang ingin menyimpan atau berinvestasi dalam bentuk emas melalui sistem perbankan yang lebih aman dan transparan.
Direktur Utama BRI, Sunarso, menjelaskan bahwa pembentukan bank emas bertujuan untuk mengoptimalkan cadangan emas masyarakat yang selama ini disimpan sendiri atau secara tradisional di rumah. Dengan adanya bank bullion, emas yang dimiliki masyarakat dapat dimonetisasi dan menjadi bagian dari sistem keuangan nasional. Nasabah dapat menitipkan emas mereka di bank, melakukan transaksi jual-beli, hingga menjadikan emas sebagai jaminan pembiayaan.
Presiden Prabowo Subianto secara resmi meluncurkan bank emas atau bullion bank pada Rabu (26/2/2025) di Gade Tower, Jakarta. Dalam sambutannya, Prabowo menyatakan bahwa ini merupakan pencapaian bersejarah bagi Indonesia, terutama sebagai negara dengan cadangan emas terbesar keenam di dunia.
“Hari ini, menjelang 80 tahun kita merdeka, dengan bangga, pertama kali dalam sejarah, bangsa Indonesia yang punya cadangan emas keenam terbesar di dunia, untuk pertama kalinya akan memiliki bank emas,” ujar Prabowo.
Prabowo juga mengungkapkan bahwa perencanaan bank emas ini telah dilakukan selama empat tahun terakhir. Ia pun menyampaikan terima kasih kepada Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, atas kontribusinya dalam mendukung inisiatif tersebut.
Keberadaan bank bullion diharapkan dapat memperkuat sistem keuangan nasional dengan memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam mengelola emas mereka secara lebih profesional, aman, dan terintegrasi. Pemerintah juga optimistis bahwa langkah ini dapat meningkatkan perekonomian nasional melalui peningkatan transaksi dan investasi berbasis emas di masa mendatang.[]
Putri Aulia Maharani