SUKABUMI – Meninggalnya seorang kader Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Sukabumi, RR (25), masih menyisakan tanda tanya besar. Mahasiswa Sekolah Tinggi Hukum (STH) Pasundan ini diduga menjadi korban pengeroyokan atau penganiayaan hingga kehilangan nyawanya.
Kasus ini masih dalam tahap penyelidikan oleh Polsek Cisaat, Polres Sukabumi Kota. Pihak kepolisian terus berupaya mengungkap penyebab pasti kematian RR, yang merupakan warga Perum Mangkalaya, Desa Cibolang, Kecamatan Gunungguruh, Kabupaten Sukabumi.
Selain RR, dua rekannya yang berinisial AP (20) dan DH (24) juga mengalami luka serius akibat dugaan penganiayaan yang sama. Mereka saat ini tengah mendapatkan perawatan intensif di Rumah Sakit Al-Mulk Lembursitu, Kota Sukabumi.
Ketua GMNI Sukabumi: Ini Tragedi yang Harus Diusut Tuntas
Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) GMNI Sukabumi Raya, Aris Gunawan, membenarkan bahwa RR adalah kader GMNI yang aktif di organisasi dan merupakan mahasiswa STH Pasundan.”Saya kenal betul beliau, kawan seperjuangan. Saya menerima kabar duka ini sore hari dari teman-teman mahasiswa STH Pasundan,” ujar Aris pada Jumat (28/2/2025).
Namun, ia menegaskan bahwa kejadian ini terjadi di luar aktivitas organisasi GMNI. Meski demikian, pihaknya tetap meminta kepolisian untuk mengusut tuntas kasus ini agar kejelasan terkait kematian RR bisa segera terungkap.
“Gimanapun juga, beliau adalah kawan kita. Kita berharap pihak kepolisian segera mengusut tuntas dugaan atau kejadian yang menyebabkan korban mengalami luka-luka hingga meninggal dunia,” tegasnya.
Pihak Kepolisian: Dugaan Pengeroyokan Masih Diselidiki
Kasubsi Pengelola Informasi Dokumentasi dan Multimedia (PIDM) Polres Sukabumi Kota, Ipda Ade Ruli Bahtiarudin, mengungkapkan bahwa RR meninggal dunia saat mendapatkan perawatan di RSUD Al-Mulk pada Rabu (26/2) sekitar pukul 05.00 WIB.
“Selain RR, dua temannya AP dan DH juga menjadi korban dan saat ini dalam kondisi kritis,” kata Ade.
Peristiwa ini pertama kali diketahui setelah piket jaga Polsek Cisaat menerima laporan dari masyarakat mengenai keberadaan tiga korban yang diduga mengalami penganiayaan di rumah sakit tersebut.
Pihak kepolisian saat ini masih mencari keterangan dari dua korban lainnya yang belum sadar. Selain itu, penyelidikan lebih lanjut dilakukan dengan Unit Jatanras Polres Sukabumi Kota untuk mengungkap motif dan kronologi kejadian.
Dugaan Penggunaan Benda Tajam
Berdasarkan hasil penyelidikan awal, terdapat indikasi bahwa luka-luka pada korban disebabkan oleh benda tajam. Namun, kepolisian masih menunggu hasil penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan kebenaran hal tersebut.
“Kami masih dalam tahap penyelidikan. Dugaan sementara memang ada penggunaan benda tajam, tetapi kami masih harus mengumpulkan bukti lebih lanjut,” tambah Ade.
Dengan kondisi dua korban lainnya yang masih kritis, aparat kepolisian berharap bisa segera mendapatkan keterangan tambahan untuk memperjelas kasus ini.
Sementara itu, keluarga, rekan, dan sahabat korban masih menunggu hasil investigasi resmi untuk mengetahui penyebab pasti kematian RR. Kejadian tragis ini diharapkan bisa segera terungkap agar keadilan bagi korban dan keluarganya dapat ditegakkan.[]
Putri Aulia Maharani