Media Vietnam, Soha.vn, menantang Timnas Indonesia untuk menurunkan kekuatan terbaiknya di ajang Piala AFF 2026 dan SEA Games Thailand 2025. Menurut mereka, hanya dengan cara itu perbandingan kekuatan antara Timnas Indonesia dan Timnas Vietnam bisa dianggap valid.
Pencapaian Timnas Indonesia di putaran 3 Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia membuat negara-negara ASEAN, termasuk Vietnam, mulai menaruh perhatian lebih terhadap skuad Garuda. Hingga matchday kedelapan, Timnas Indonesia duduk di peringkat keempat dengan raihan sembilan poin, hasil dari persaingan ketat melawan tim-tim kuat seperti Australia, Arab Saudi, dan Bahrain.
Keberhasilan ini tidak lepas dari peran para pemain keturunan yang kini memperkuat Timnas Indonesia. Kehadiran mereka telah meningkatkan kualitas tim secara signifikan, sehingga mampu bersaing di level yang lebih tinggi. Namun, tidak semua negara ASEAN menyambut baik fenomena ini. Beberapa pihak justru terus memberikan sorotan terhadap para pemain naturalisasi yang membela Timnas Indonesia.
Soha.vn secara khusus menantang Timnas Indonesia untuk membawa pemain-pemain seperti Emil Audero, Ole Romeny, Dean James, dan Joey Pelupessy ke kompetisi regional, termasuk SEA Games dan Piala AFF. Mereka berpendapat bahwa Vietnam masih menjadi tolok ukur utama di ASEAN dan ingin melihat bagaimana Timnas Indonesia bersaing dengan skuad terbaiknya.
Namun, media tersebut juga menyadari bahwa ada batasan dalam regulasi usia di SEA Games 2025. Dengan aturan dari tuan rumah Thailand yang tidak memperbolehkan pemain di atas usia 23 tahun, sejumlah pemain keturunan seperti Emil Audero dan Ole Romeny dipastikan tidak bisa berlaga di ajang tersebut.
Sementara itu, untuk Piala AFF 2026, Vietnam menilai bahwa Timnas Indonesia akan menjadi lawan yang lebih tangguh jika membawa skuad terbaiknya. Soha.vn menyoroti bahwa dalam edisi terakhir Piala AFF, Indonesia hanya menurunkan pemain-pemain muda dari Liga 1, yang akhirnya membuat mereka kalah 0-1 dari Vietnam di fase grup.
Media Vietnam itu juga memahami bahwa Piala AFF bukan merupakan agenda resmi FIFA, sehingga klub tidak memiliki kewajiban untuk melepas pemainnya ke tim nasional. Hal ini menjadi alasan mengapa Timnas Indonesia sering tidak menurunkan skuad terbaiknya di turnamen tersebut.
Namun, dalam catatan pertemuan terakhir, Vietnam sebenarnya sudah tiga kali beruntun kalah dari Timnas Indonesia di berbagai ajang sebelum pertemuan mereka di Piala AFF. Hal ini menunjukkan bahwa skuad Garuda tetap menjadi kekuatan yang patut diperhitungkan, meskipun tidak selalu membawa pemain terbaiknya ke turnamen regional.
Dengan tantangan yang diberikan oleh media Vietnam ini, publik sepak bola Indonesia kini menantikan bagaimana Timnas Indonesia akan menyusun skuadnya di Piala AFF 2026 dan SEA Games 2025. Apakah Tim Merah Putih akan menjawab tantangan tersebut dengan menurunkan kekuatan penuh, atau tetap fokus pada ajang-ajang yang lebih bergengsi di kalender FIFA?.[]
Putri Aulia Maharani