Prestasi Atlet Disabilitas Kaltim: Jangan Pandang Sebelah Mata

Prestasi Atlet Disabilitas Kaltim: Jangan Pandang Sebelah Mata

SAMARINDA – Kepala Bidang Pembudayaan Olahraga Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), Bagus Sugiarta, menekankan pentingnya memberikan perhatian lebih kepada atlet disabilitas yang berjuang meraih prestasi di dunia olahraga. Menurutnya, prestasi para atlet disabilitas tidak boleh dipandang sebelah mata dan patut mendapat dukungan penuh dari masyarakat.

Hal ini disampaikan Bagus seusai perhelatan Pekan Paralimpiade Nasional (Peparnas) XVII yang digelar di Solo, Jawa Tengah, pada 6-13 Oktober 2024. Dalam ajang tersebut, Kaltim mengirimkan 127 atlet yang bertanding di berbagai cabang olahraga dan berhasil menunjukkan performa membanggakan. “Melalui kegiatan seperti ini, kami ingin agar masyarakat mengetahui bahwa kita mempunyai atlet difabel dan jangan memandang sebelah mata atas prestasi yang diraih itu,” ujar Bagus, Rabu (23/10/2024).

Bagus mengajak masyarakat untuk lebih tanggap dan mendukung para atlet disabilitas, termasuk membuka peluang bagi mereka untuk bergabung dalam program pembinaan olahraga yang dikelola oleh National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) di masing-masing kabupaten/kota. Ia juga mendorong keluarga yang memiliki anggota dengan disabilitas agar lebih terbuka untuk mengeksplorasi potensi olahraga anak atau saudara mereka melalui komunikasi aktif dengan NPCI. “Bagi orang tua atau siapa pun diharapkan agar terbuka, mau berkomunikasi untuk anaknya atau saudara-saudaranya agar bisa bergabung di NPCI, dan di situ nantinya akan diposisikan sesuai dengan potensi yang dimiliki oleh atlet-atlet tersebut,” jelasnya.

Menurut Bagus, atlet disabilitas memiliki hak yang sama untuk mengoptimalkan potensi diri, termasuk dalam bidang olahraga. Melalui pembinaan intensif dan program terstruktur di bawah NPCI, para atlet disabilitas diharapkan mampu meraih prestasi di tingkat daerah, nasional, bahkan internasional. Lebih lanjut, Bagus berharap imbauannya dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya inklusi olahraga dan perlunya mendukung atlet disabilitas dalam segala aspek. Dukungan ini bukan hanya membuka kesempatan bagi para atlet untuk berprestasi, tetapi juga mampu mengubah stigma negatif terhadap kelompok disabilitas yang masih berkembang di masyarakat. “Dengan dukungan keluarga, masyarakat, dan pembinaan yang baik, atlet disabilitas di Kaltim bisa membuktikan kemampuan mereka dan membawa nama baik daerah,” pungkas Bagus.

Komitmen untuk mendukung atlet disabilitas tidak hanya berdampak pada peningkatan prestasi olahraga, tetapi juga menciptakan lingkungan yang inklusif dan berkeadilan. Hal ini menjadi langkah penting dalam membangun paradigma baru bahwa keterbatasan fisik bukanlah penghalang untuk meraih prestasi di dunia olahraga.

Penulis: Eko Sulistyo

Advertorial Berita Daerah Dispora Kaltim