SAMARINDA — Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) berencana mengoptimalkan pembinaan atlet sepak bola usia dini dengan memastikan para atlet tetap berlatih dan berkembang di kabupaten atau kota asal mereka. Langkah ini bertujuan untuk memaksimalkan potensi lokal di setiap daerah.
Kepala Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga (PPO) Dispora Kaltim, Rasman Rading, menyampaikan bahwa pada tahun 2025, Dispora Kaltim akan lebih memusatkan perhatian pada pembinaan atlet di masing-masing kabupaten. Hal ini diharapkan dapat membantu atlet berkembang sesuai dengan potensi yang ada di daerah asal mereka.
“Tahun depan, saya ingin agar atlet-atlet tetap berada di kabupaten masing-masing. Tidak ada lagi yang menyeberang ke daerah lain,” ujar Rasman usai menutup Kejuaraan Sepak Bola Usia Dini Piala Gubernur Kaltim di Stadion GOR Kadrie Oening, Sempaja, Samarinda, Senin (18/11/2024).
Untuk mendukung program ini, Dispora Kaltim akan melakukan verifikasi identitas atlet menggunakan kartu keluarga (KK). Langkah ini bertujuan memastikan bahwa pembinaan berjalan sesuai dengan potensi lokal di setiap kabupaten atau kota.
“Setelah ini, kami akan mempersiapkan tim untuk kejuaraan berikutnya. Masing-masing kabupaten/kota diminta menggunakan pemain-pemain yang sudah tampil dalam kejuaraan ini untuk persiapan hingga tahun 2026 nanti. Saat itu, mereka akan berada di usia matang untuk pembinaan lebih lanjut, yaitu sekitar 19 hingga 20 tahun,” jelas Rasman.
Rasman juga menekankan pentingnya program talent scouting atau pemetaan potensi sejak dini. Dengan cara ini, atlet-atlet berbakat dapat diidentifikasi lebih awal dan mendapatkan pembinaan secara konsisten serta berkelanjutan.
“Kami akan terus menggelar seleksi dan pelatihan agar kita memiliki atlet yang siap bersaing di level yang lebih tinggi,” tambahnya.
Rasman berharap dengan kebijakan ini, pembinaan di setiap kabupaten dapat lebih efektif. Masing-masing daerah dapat memaksimalkan sumber daya yang ada, baik dari segi masyarakat, fasilitas, maupun potensi lokal. Langkah ini juga diyakini dapat meningkatkan keterlibatan komunitas olahraga di daerah-daerah.
“Kami ingin memastikan bahwa tiap kabupaten mampu mencetak atlet-atlet muda berbakat yang nantinya dapat mewakili Kaltim di ajang nasional maupun internasional,” ujarnya.
Dengan pendekatan pembinaan yang lebih terarah dan fokus pada daerah asal, Dispora Kaltim optimistis mampu mencetak lebih banyak atlet muda berprestasi yang siap mengharumkan nama Kaltim di panggung olahraga yang lebih besar.
Penulis: Aldino Yoga Dwipa