Rumah Kosong di Jalan Sesep Madu Palangka Raya Hangus, Pembakaran Sarang Lebah Jadi Penyebab

Rumah Kosong di Jalan Sesep Madu Palangka Raya Hangus, Pembakaran Sarang Lebah Jadi Penyebab

PALANGKA RAYA – Sebuah rumah kosong di Jalan Sesep Madu, Kelurahan Palangka, Kecamatan Jekan Raya, Kota Palangka Raya, terbakar pada Rabu siang. Petistiwa ini diduga dipicu oleh upaya pembakaran sarang lebah oleh pekerja yang sedang merobohkan rumah tersebut. Sebagaimana dilansir dari BORNEONEWS, Rumah kosong berukuran 15 X 10 meter itu milik Abdi Rahman. Dua orang pekerja, Aris (34 tahun) dan Ari (30 tahun), ditugaskan untuk membersihkan dan merobohkan rumah tersebut.

Saat membersihkan, mereka menemukan sarang lebah di dinding rumah. Untuk mengusir lebah, mereka mencoba membakar sarang tersebut. Namun, api dengan cepat merambat ke atap rumah yang sudah lapuk. Api kemudian membakar seluruh rumah. Kejadian ini mengakibatkan kerugian material yang ditaksir mencapai puluhan juta rupiah. Penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan lebih lanjut oleh pihak berwenang.

Dalam kejadian ini, dua orang mengalami luka ringan akibat terinjak paku. Mereka adalah Aris, salah satu pekerja, dan seorang warga yang membantu memadamkan api. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Tim rescue Damkar Palangka Raya tiba di lokasi kejadian dan langsung melakukan pemadaman dengan air. Setelah api berhasil dipadamkan, tim rescue melakukan sterilisasi lokasi dengan unit pemadam dan unit rescue.

Koordinator Call Center 112 Palangka Raya, Sucipto, menjelaskan kronologis kejadian tersebut. Ia mengatakan bahwa kedua pekerja ditugaskan untuk membongkar rumah kayu panggung tua yang berukuran 10×15 meter. Rumah tersebut terletak di Jalan Sesep Madu, tepat di belakang Rusunawa, dan dikelilingi oleh banyak rumah.

“Saat membongkar rumah, mereka menemukan dua titik sarang tawon lalat. Mereka kemudian mencoba membakar serpihan kayu dari sisa hancuran plafon untuk mengusir tawon. Namun, karena kondisi rumah yang sudah kering dan usang, api dengan cepat merambat ke atap,” jelas Sucipto.

Sucipto menambahkan bahwa angin kencang yang bertiup di wilayah tersebut juga mempercepat penyebaran api. Api akhirnya tidak terkendali dan membakar seluruh rumah. Kedua pekerja dan warga sekitar langsung berusaha memadamkan api dengan air.

“Untungnya, api dapat dipadamkan dan tidak merembet ke rumah tetangga. Lokasi kejadian memang padat penduduk dan jalannya sempit, sehingga hanya satu unit mobil pemadam yang dapat masuk,” tambah Sucipto. Saat ini, kondisi di lokasi kejadian sudah aman dan stabil. Polisi masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengetahui penyebab pasti kebakaran. []

Putri Aulia Maharani

Berita Daerah