SAMARINDA KOTA – Padatnya jadwal sekolah dan minimnya waktu bermain anak-anak kini menjadi perhatian serius. Tekanan mental akibat kurangnya keseimbangan antara belajar dan bermain dinilai berpotensi mengganggu kesejahteraan psikologis anak, terutama di tengah tuntutan akademik yang semakin tinggi.
Sejumlah faktor, seperti jam belajar yang panjang, banyaknya tugas sekolah, dan terbatasnya waktu untuk bersantai, disebut menjadi pemicu utama kondisi ini. Situasi tersebut tak hanya mempengaruhi suasana hati anak, tetapi juga berdampak pada kemampuan mereka dalam bersosialisasi dan mengembangkan kreativitas.
Wali Kota Samarinda Andi Harun, mengungkapkan rencananya untuk mengevaluasi jam belajar di sekolah sebagai langkah awal mengurangi beban yang dirasakan para siswa.
“Kami akan menelaah lebih jauh dampak dan manfaatnya. Sebagai orang tua, saya melihat sendiri bagaimana anak-anak sering kehilangan waktu bermain karena waktu belajar di sekolah yang terlalu panjang,” ungkapnya.
Ia menegaskan perlunya melibatkan berbagai pihak, termasuk pakar pendidikan dan psikologi, dalam pembahasan ini untuk memastikan kebijakan yang diambil benar-benar sesuai kebutuhan anak. Menurutnya, perubahan ini membutuhkan kajian menyeluruh dan tidak bisa dilakukan secara tergesa-gesa.
Sehingga ke depannya Pemkot Samarinda perlu mendengar masukan dari berbagai pihak. Jika banyak pihak yang mendukung, tentunya hal ini tak sekadar menjadi wacana
“Namun, jika usulan ini ternyata tidak sejalan dengan masukan tersebut, saya siap menerima untuk tidak melanjutkan,” katanya. Selain itu, Andi Harun menyoroti pentingnya menciptakan masa kecil yang sehat secara mental bagi anak-anak. Ia menekankan bahwa keseimbangan antara pendidikan formal dan waktu bermain harus menjadi perhatian bersama demi memastikan tumbuh kembang anak berjalan optimal.
“Program ini akan menjadi salah satu fokus kami pada periode kedua. Kemungkinan pembahasannya dimulai setelah pelantikan wali kota dan wakil wali kota. Kami tetap berkomitmen memperjuangkan kesejahteraan anak-anak di Samarinda,” pungkasnya. []
Putri Aulia Maharani