BALI – Sekolah Dasar Negeri (SDN) Blimbingsari, Desa Blimbingsari, Kecamatan Melaya, setelah libur semester Desember ini tidak beroperasi lagi. Siswa dan tenaga pengajar akan dipindahkan ke sekolah lain terdekat, saat masuk sekolah setelah libur semester pertama.
Rencana penutupan SDN satu satunya di Desa Blimbingsari ini, akan diputuskan Jumat (27/12/2024) besok setelah melapor kepada Bupati Jembrana I Nengah Tamba. Sehingga awal Januari 2025, sudah resmi ditutup, jika disetujui Bupati. ”Kalau sudah disetujui langsung kami buatkan surat keputusan (SK) penutupan sekolah, siswa akan dipindah ke sekolah terdekat,” ujar Kepala Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga Jembrana I Gusti Putu Anom Saputra.
Namun hasil rapat dan kajian yang sudah dilakukan, potensi ditutup cukup besar ditutup operasional dan dipindahkan ke sekolah terdekat.nHal tersebut setelah menggelar rapat dengan komite sekolah, pengawas sekolah, perbekel dari Desa Blimbingsari dan Desa Melaya.
”Dari rapat disimpulkan bahwa sudah tidak ada potensi siswa baru lagi pada tahun ajaran baru mendatang,” ujarnya. Perbekel Desa Blimbingsari sudah menyatakan bahwa ke depan tidak ada potensi siswa baru lima tahun ke depan dari Desa Blimbingsari, kondisi ini sudah berlangsung selama dua tahun terkahir.
Perbekel Desa Melaya juga menyatakan tidak bisa menjamin akan ada siswa baru dari warga Desa Melaya terdekat dari sekitar SDN Belimbingsari. Siswa yang bertahan di sekolah tersebut hanya ada 11 orang siswa, terdiri dari siswa kelas III sebanyak 2 orang, kelas IV juga 2 orang, kelas V sebanyak 4 orang dan kelas VI sebanyak 3 orang Siswa maupun tenaga pengajar, akan dipindahkan ke sekolah terdekat, SDN 7 Melaya, Desa Melaya.
Sementara terkait dengan aset sekolah, sarana dan prasarana sementara akan dipertahankan dulu sampai hasil kajian selesai dilakukan. []
Putri Aulia Maharani