BALIKPAPAN – Masyarakat harus kembali waspada. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan, Human Metapneumovirus (HMPV) sudah terdeteksi di Indonesia. Sebagaimana dilansir dari KALTIMPOST.ID, Walau dia menegaskan virus HMPV sebenarnya sudah ada sejak lama masuk di Tanah Air. Namun bukan penyakit mematikan. Gejala penderita infeksi HMPV mengalami batuk, demam, radang tenggorokan, bersin dan sebagainya.
Virus yang berasal dari Tiongkok ini berpotensi tersebar melalui perjalanan internasional. Menanggapi hal ini, Angkasa Pura Indonesia turut bersiap dan waspada agar virus ini tidak masuk ke Kaltim.
Termasuk melakukan pengawasan di Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan. “Kami senantiasa berkoordinasi mencegah virus masuk. Jangan sampai ada entry point,” kata CEO Regional VI Angkasa Pura Indonesia Handy Heryudhitiawan.
Menurutnya, antisipasi ini tidak hanya dilakukan di Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan. Melainkan semua bandara internasional memperketat alur keluar masuk penumpang dari luar negeri.
“Kami koordinasi dengan Balai Kekarantinaan Kesehatan, pantau hari per hari untuk memastikan prosedur yang perlu diterapkan,” ucapnya. Handy memastikan, pihaknya selaku pengelola bandara pasti siap mendukung prosedur yang ditentukan.
Sebab prosedur merupakan hal utama. Dia membeberkan, jumlah penumpang internasional di Bandara SAMS Sepinggan masih cukup kecil. Kini penerbangan internasional hanya dari dan menuju Singapura.
Total frekuensi empat kali dalam seminggu. Meski begitu pihaknya tetap selalu waspada dan antisipasi karena bandara menjadi pintu masuk suatu daerah. Sejauh ini belum ada instruksi misal penumpang harus pakai masker lagi dan sebagainya.
“Tapi kami tetap pantau setiap hari apa saja prosedur yang perlu,” ujarnya. Sebagai informasi, Menteri Kesehatan Budi menyebutkan, HMPV merupakan virus lama yang ditemukan pada 2001.
Artinya sudah beredar di seluruh dunia. Namun selama ini tidak ada kejadian besar akibat virus tersebut. Berbeda dengan pandemi Covid-19. Budi menepis pemberitaan tentang kenaikan kasus HMPV di Tiongkok.
“Sudah dibantah pemerintah China, sudah dibantah juga oleh WHO (Organisasi Kesehatan Dunia). Jadi itu hoaks berita itu,” tuturnya. Menurutnya virus yang merebak di Tiongkok saat ini bukan HMPV.Melainkan H1N1 atau virus influenza biasa. Secara prevalensi, HMPV menempati urutan ketiga di Tiongkok. “Setiap musim dingin terjadi kenaikan (H1N1) di negara-negara empat musim. China pun demikian,” imbuhnya.
Seperti penanganan virus lainnya, semua orang berpotensi tertular flu. Apabila memiliki sistem imun baik, tubuh bisa menangani dengan baik. Sehingga masyarakat perlu membangun sistem imun seperti istirahat dan olahraga yang cukup.Jika mengalami gejala seperti batuk, demam, dan pilek segera beristirahat. Artinya harus menghindar. “Tetap kuncinya 3M yaitu menjaga jarak, mencuci tangan, memakai masker,” pungkasnya. []
Putri Aulia Maharani