Imbauan disampaikan kepada pendidik. Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan anak (PPPA), Arifah Fauzi mengusulkan agar guru-guru di sekolah tak lagi memberikan tugas atau Amateri kepada siswa melalui gadget.
INI tentu bukan tanpa sebab. Tujuan dari imbauan itu adalah untuk menekan penggunaan gadget pada anak yang berujung berdampak negatif. Hal itu disampaikannya kepada awak media saat menghadiri pembukaan Rakornas Asosiasi Perusahaan Sahabat Anak Indoneisa (APSAI) di Kuta, Badung pada Kamis (16/1/2025) malam.
Dia menjelaskan, bahwa hal ini juga telah diusulkan oleh pihaknya kepada Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti.”Kami sudah mengusulkan ke prof Mu’ti untuk selanjutnya tugas sekolah (agar) tidak lagi menggunakan gadget,” ungkapnya. Menurut dia, langkah itu perlu dilakukan karena Gadget juga memiliki dampak yang buruk jika digunakan oleh anak.
”Karena dari kasus yang terjadi, kekerasan terhadap anak maupun kekerasan yang dilakukan anak, salah satu penyebabnya adalah pola asuh dan penggunaan gadget yang tidak bijaksana,” tagasnya.
Dia juga meminta keterlibatan sejumlah pihak untuk bersama-sama menjaga anak-anak Indonesia agar mewujudkan Indonesia emas 2024.
Salah satunya seperti langkah yang dilakukamnoleh asosiasi perusaan seperti APSAI. Sehingga menurut Arifah, pihaknya menyadari untuk melakukan kolaborasi dengan sejumlah pihak salah satunya dengan APSAI. Pada kesempatan yang sama, Ketua Umum APSAI Pusat, APSAI Pusat menjelaskan APSAI menggelar Rakor selama dua hari dan berakhir pada Jumat (17/1/2025).
Diaenjelaskan, bahwa APSAI adalah sebuah asosisasi perusahaan, lembaga independen yang bergerak mendorong prinsip bisnis yang terbaik untuk memastikan pemenuhan hak-hak anak.
Selain itu, APSAI juga mengukur kelayakan sebuah perusahaan yang layak bagi anak atau biasa kita sebut sebagai PLA (Perusahaan Layak Anak) yang merupakan amanat undang-undang, terutama UU 23/2002 Perlindungan Anak dan UU 35/2014 Perubahan atas UU 23/2002
”APSAI berdiri untuk mendukung terwujudnya kabupaten kota layak anak sekaligus memastikan terpenuhinya hak anak-anak Indonesia melalui pergerakan APSAI Kota/kabupaten. Kami meyakin bahwa peran dunia usaha sangatlah strategis dan penting dalam sinergitas pentahelix untuk mewujudkan Indonesia yang layak anak,” pungkasnya. []
Putri Aulia Maharani