Kaltim Ditunjuk PP Pelti untuk Sentralisasi Pembinaan

Kaltim Ditunjuk PP Pelti untuk Sentralisasi Pembinaan

SAMARINDA – Terpilihnya Nurdin Halid sebagai Ketua Pengurus Pusat Persatuan Lawn Tenis Indonesia (PP Pelti) periode 2024–2028 diharapkan dapat menggairahkan kembali olahraga tenis di Tanah Air. Salah satu gebrakan yang dilakukan dalam kepengurusannya adalah menggandeng artis ternama, Raffi Ahmad, sebagai Wakil Ketua Bidang Entertainment.

Ketua Pelti Kalimantan Timur (Kaltim), Zairin Zain, menyambut baik langkah tersebut. Menurutnya, kehadiran Raffi Ahmad dalam kepengurusan akan membantu meningkatkan popularitas tenis sebagai bagian dari sport entertainment di Indonesia.

“Ini menjadi bentuk terobosan beliau untuk semakin meningkatkan gairah olahraga tenis. Apalagi dengan adanya Raffi Ahmad, olahraga ini bisa semakin hidup dan dikenal oleh masyarakat luas,” ujar Zairin.

Sentralisasi Pembinaan Atlet di Tujuh Zona Wilayah

Selain upaya meningkatkan popularitas tenis, PP Pelti juga melakukan sentralisasi pembinaan atlet berdasarkan zona kewilayahan. Secara nasional, terdapat tujuh zona yang ditetapkan, di mana Kaltim masuk dalam Zona IV yang mencakup seluruh wilayah Kalimantan.

Sistem ini memungkinkan setiap provinsi dalam satu zona mengirimkan atlet-atlet terbaik mereka ke daerah yang ditunjuk sebagai pusat pelatihan. Menariknya, seluruh pembiayaan untuk program ini sepenuhnya ditanggung oleh PP Pelti.

“Untuk Zona IV, Kaltim telah ditunjuk sebagai tuan rumah. Artinya, para atlet unggulan dari seluruh Kalimantan akan menjalani pembinaan di sini,” jelas Zairin.

Seleksi Atlet dan Penentuan Lokasi Basecamp

Menindaklanjuti keputusan ini, Pelti Kaltim berencana menggelar seleksi ketat guna menentukan atlet yang berhak mengikuti pembinaan di pusat pelatihan Zona IV. Seleksi dijadwalkan berlangsung pada pertengahan tahun ini, sembari menunggu keputusan PP Pelti terkait lokasi pusat pelatihan, apakah akan ditempatkan di Samarinda atau Balikpapan.

“Kami akan melakukan seleksi ketat, mungkin di sekitar pertengahan tahun ini, karena masih menunggu penetapan lokasinya, Samarinda atau Balikpapan,” tambahnya.

Apabila Samarinda ditetapkan sebagai lokasi basecamp, Zairin telah menyiapkan opsi untuk memanfaatkan lapangan tenis di kawasan Gelora Kadrie Oening, Sempaja. Saat ini, empat lapangan tenis di kawasan tersebut rencananya akan dialihfungsikan menjadi lapangan minisoccer, namun pihaknya telah mengajukan permohonan agar tetap digunakan untuk kepentingan tenis.

“Terkait hal itu, saya sudah komunikasi ke Ibu Sekda untuk bisa digunakan lagi sesuai peruntukkannya,” tutupnya.

Keputusan ini diharapkan dapat menjadi langkah strategis dalam mencetak atlet tenis berkualitas dari Kalimantan serta meningkatkan daya saing mereka di tingkat nasional maupun internasional. []

Putri Aulia Maharani

Berita Daerah