SAMARINDA – Pengamat politik Universitas Mulawarman, Jamal Amin, menilai bahwa pelantikan Gubernur dan Wakil Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud dan Seno Aji, merupakan momen krusial bagi provinsi ini. Ia menekankan bahwa efektivitas pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) menjadi kunci utama dalam mewujudkan visi dan misi pemerintahan yang baru.
“Gubernur yang baru dilantik perlu segera mengumpulkan seluruh kepala dinas dan organisasi perangkat daerah (OPD) untuk menyusun komitmen bersama dalam melaksanakan visi, misi, dan program kerja mereka, sesuai dengan anggaran yang tersedia,” kata Jamal di Samarinda, Kamis (20/2).
Ia menambahkan bahwa APBD Kaltim tahun 2025 yang telah disetujui sebesar Rp21 triliun menjadi modal awal yang besar. Namun, pengelolaan yang cermat dan alokasi anggaran yang tepat sasaran menjadi faktor penting agar program pembangunan dapat berjalan dengan optimal.
Pentingnya Sinergi Antara Program dan Anggaran
Menurut Jamal, tanpa keseimbangan antara program dan anggaran, implementasi kebijakan akan terhambat. Oleh karena itu, gubernur dan jajaran OPD perlu memiliki pemahaman yang sama terhadap visi dan misi pemerintahan yang baru agar seluruh program dapat berjalan dengan lancar.
Selain itu, ia menyoroti pentingnya sinergi antara gubernur dan wakil gubernur. Dengan latar belakang yang berbeda—Rudy Mas’ud sebagai pengusaha dan Seno Aji sebagai politisi—keduanya diharapkan dapat saling melengkapi dan bersinergi dalam menjalankan roda pemerintahan.
“Saya yakin jika keduanya memiliki chemistry yang baik, mereka akan saling mengisi. Masing-masing punya kelebihan dan kekurangan, dan dengan bersinergi serta dukungan dari seluruh kepala OPD dan partai politik pengusung, insya Allah semua akan berjalan dengan baik,” ujar Jamal.
Prioritas Anggaran untuk Pendidikan dan Kesehatan
Lebih lanjut, Jamal menyoroti pentingnya alokasi anggaran untuk sektor kesehatan dan pendidikan, yang menjadi bagian dari janji kampanye gubernur dan wakil gubernur terpilih. Ia berharap anggaran yang tersedia dapat digunakan secara efektif dan efisien guna meningkatkan layanan kesehatan serta pendidikan di seluruh wilayah Kalimantan Timur.
“Saat ini, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan masih menyusun petunjuk teknis (juknis) terkait beasiswa dan program pendidikan gratis. Ini harus segera diselesaikan agar program yang direncanakan bisa berjalan tepat sasaran,” tambahnya.
Selain itu, Jamal menekankan pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan anggaran. Ia berharap seluruh pemangku kepentingan dapat bekerja sama memastikan anggaran digunakan sesuai dengan kebutuhan masyarakat Kaltim.
“Melalui dukungan dari semua pihak serta pengelolaan anggaran yang efektif dan efisien, diharapkan visi, misi, dan program kerja yang telah dijanjikan dapat segera terealisasi, membawa Kaltim menuju masa depan yang lebih baik,” tuturnya.
Pelantikan Kepala Daerah di Istana Kepresidenan
Pada hari yang sama, pelantikan Rudy Mas’ud dan Seno Aji sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Kaltim berlangsung bersamaan dengan pelantikan kepala daerah lainnya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta. Dalam upacara tersebut, Presiden Prabowo Subianto melantik sebanyak 961 kepala daerah, terdiri dari 33 gubernur dan wakil gubernur, 363 bupati, 362 wakil bupati, 85 wali kota, dan 85 wakil wali kota.
Pelantikan ini menandai awal dari periode kepemimpinan baru di berbagai daerah, termasuk Kalimantan Timur, yang diharapkan dapat membawa perubahan positif bagi masyarakat.[]
Putri Aulia Maharani