SEMARANG – Kota Semarang kini memiliki pemimpin baru setelah Agustina Wilujeng Pramestuti dan Iswar Aminuddin resmi dilantik sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota Semarang oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan Jakarta, pada Kamis (20/2/2025).
Namun, di tengah euforia pergantian kepemimpinan, publik dikejutkan dengan kabar kurang mengenakkan. Sehari sebelum pelantikan, mantan Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu atau Mbak Ita, beserta suaminya, Alwin Basri, resmi ditahan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Kasus Dugaan Korupsi yang Menjerat Mbak Ita
Mbak Ita ditahan dalam kasus dugaan suap proyek pengadaan kursi SD, pemotongan tunjangan ASN, serta gratifikasi. KPK telah melakukan penyelidikan atas kasus ini sejak beberapa waktu lalu, hingga akhirnya menetapkan status tersangka dan melakukan penahanan terhadapnya.
Dalam keterangannya, KPK menyebut bahwa dugaan korupsi ini merugikan keuangan negara dalam jumlah besar dan melibatkan berbagai pihak dalam lingkup pemerintahan Kota Semarang.
Menanggapi situasi ini, Wali Kota Semarang yang baru dilantik, Agustina Wilujeng Pramestuti, mengajak masyarakat untuk tetap tenang dan mendoakan agar kasus ini segera selesai.
“Kita doakan ya, mudah-mudahan cepat selesai,” ujar Agustina saat tiba di Bandara Jenderal Ahmad Yani, Semarang, setibanya dari Jakarta.
Agustina yang juga berasal dari PDI Perjuangan menegaskan bahwa dirinya akan fokus pada tugasnya sebagai pemimpin baru Kota Semarang dan memastikan roda pemerintahan tetap berjalan dengan baik.Setibanya di Semarang sekitar pukul 17.55 WIB, Agustina dan Iswar disambut oleh sejumlah kepala dinas serta politikus PDI Perjuangan.
Penahanan Mbak Ita tentu menjadi pukulan bagi pemerintahan Kota Semarang. Sebagai pemimpin sebelumnya, ia sempat dikenal dekat dengan masyarakat dan aktif dalam berbagai program pembangunan kota. Namun, dengan adanya kasus ini, publik berharap Wali Kota yang baru dapat membawa perubahan dan memastikan tidak ada lagi praktik korupsi di lingkungan pemerintahannya.
Pemerintah pusat dan KPK juga menegaskan komitmennya untuk terus memberantas korupsi di berbagai daerah, termasuk Semarang. Kasus ini akan terus dikawal hingga mencapai titik terang.
Pergantian kepemimpinan di Kota Semarang diwarnai dengan peristiwa besar, yaitu pelantikan wali kota baru dan penahanan wali kota sebelumnya dalam kasus dugaan korupsi. Kini, masyarakat Semarang berharap kepemimpinan baru dapat membawa perubahan positif serta membangun tata kelola pemerintahan yang lebih bersih dan transparan.[]
Putri Aulia Maharani