SAMARINDA – Museum Kota Samarinda menjadi salah satu tujuan wisata edukatif yang diminati pelajar untuk mengisi awal liburan Ramadhan. Museum yang menyimpan berbagai benda bersejarah serta informasi tentang perkembangan Kota Tepian ini terus mengalami peningkatan jumlah pengunjung setiap tahunnya.
Kepala Museum Kota Samarinda, Ainun Jariah, mengungkapkan bahwa antusiasme masyarakat, khususnya pelajar, terhadap museum semakin meningkat.
“Tahun 2024 kemarin, total kunjungan kami mencapai hampir 17.000 pengunjung. Pada 2025 ini, setiap minggunya rata-rata ada sekitar 1.000 pengunjung yang datang,” ujarnya di Samarinda, Jumat (1/3).
Museum yang buka dari Selasa hingga Minggu, pukul 08.30 hingga 15.00 WITA, tidak hanya menarik perhatian pelajar dan mahasiswa, tetapi juga peneliti, masyarakat umum, serta wisatawan domestik dan internasional.
Program Edukasi dan Koleksi Museum
Sebagai upaya meningkatkan kesadaran akan sejarah dan budaya Samarinda, museum ini aktif menjalankan program edukasi, salah satunya Sekolah Masuk Museum, yang merupakan program dari Kementerian Kebudayaan.
“Program ini kami tindak lanjuti dengan memberikan informasi kepada sekolah-sekolah tentang budaya dan kearifan lokal Samarinda,” jelas Ainun.
Museum Kota Samarinda menyajikan berbagai koleksi berharga, termasuk foto-foto dokumentasi perjalanan pemerintahan kota, tokoh-tokoh penting, kain tenun khas Samarinda, alat musik tradisional, pakaian adat, serta miniatur sekolah SMP dan SMA bersejarah di Kota Tepian.
Selain itu, museum juga dilengkapi tujuh komputer digital yang dapat digunakan pengunjung untuk mencari informasi lebih lanjut tentang Samarinda dan Kalimantan Timur.”Kami juga memiliki koleksi guci dan minyak-minyak khas Kalimantan yang menjadi bagian dari warisan budaya daerah ini,” tambah Ainun.
Pengembangan Museum dan Kolaborasi dengan Masyarakat
Pada tahun 2025, Museum Kota Samarinda berencana melakukan pengembangan sarana dan prasarana agar dapat memberikan pengalaman lebih baik bagi pengunjung.”Kami berharap tahun depan bisa fokus pada pengembangan bangunan,” ungkap Ainun.
Sejauh ini, museum telah aktif menjalin kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk masyarakat, sekolah, dan komunitas. Salah satu program yang pernah diselenggarakan adalah festival tradisi, yang menghadirkan kebudayaan berbagai suku di Samarinda, seperti Kutai, Dayak, Banjar, Buton, Bugis, hingga Toraja.
Ainun berharap keberadaan museum ini semakin dihargai oleh masyarakat Samarinda.”Moto kami, belum jadi orang Samarinda kalau belum berkunjung ke Museum Kota Samarinda,” katanya dengan tegas.
Museum ini, lanjutnya, menyimpan banyak cerita sejarah yang dapat menjadi warisan bagi generasi mendatang.
Bagi pengunjung yang ingin datang secara rombongan, Ainun menyarankan untuk menghubungi pihak museum melalui pesan langsung di Instagram @museumkotasamarinda.”Kami akan memberikan pelayanan khusus dan pendampingan. Namun, pengunjung umum tetap kami terima dengan baik,” tutupnya.[]
Putri Aulia Maharani