MOSKOW — Suasana berbeda mewarnai penyelenggaraan “Shater Ramadana” atau Tenda Ramadhan pada malam ke-15 Ramadhan 1447 Hijriah di Poklonnaya Gora, Moskow. Puluhan diplomat dari berbagai negara sahabat menghadiri undangan khusus Dewan Spiritual Muslim Rusia dalam agenda buka puasa bersama yang telah menjadi tradisi tahunan tersebut.
Berdasarkan informasi yang dilansir dari situs resmi Dewan Spiritual Muslim Rusia (dumrf.ru), sedikitnya 30 duta besar dari negara-negara Islam hadir dalam kegiatan tersebut. Mereka berasal dari Arab Saudi, Iran, Turki, Uni Emirat Arab, Qatar, Kuwait, Mesir, Yordania, Maroko, Pakistan, Indonesia, Malaysia, Brunei Darussalam, serta sejumlah negara Asia Tengah seperti Kazakhstan, Uzbekistan, dan Kirgistan.
Para duta besar duduk berdampingan dengan para mufti dan tokoh Muslim Rusia di tenda utama yang berdiri di kompleks Masjid Memorial Moskow. Momentum tersebut menampilkan gambaran persatuan umat Islam lintas negara di tengah ibu kota Rusia yang mayoritas penduduknya non-Muslim.
Duta Besar Arab Saudi untuk Rusia dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan tersebut. “Tenda Ramadhan di Moskow adalah contoh nyata bagaimana Islam dapat menjadi jembatan persahabatan antar bangsa. Kami merasa terhormat bisa hadir dan merasakan kehangatan Ramadhan di negeri yang mayoritas penduduknya non-Muslim,” ujarnya, Selasa (24/02/2026).
Sementara itu, Duta Besar Indonesia untuk Rusia menekankan pentingnya momentum kebersamaan tersebut dalam mempererat hubungan bilateral. “Diplomasi tidak selalu tentang pertemuan formal. Duduk bersama, berbuka puasa, dan berbagi cerita seperti ini justru seringkali lebih efektif membangun kedekatan emosional. Ini soft diplomacy yang luar biasa,” ungkapnya.
Selain berbuka puasa bersama, para diplomat juga berkeliling mengunjungi stan budaya yang menampilkan kekayaan tradisi Muslim Rusia. Mereka mencicipi hidangan khas Tatarstan, menyaksikan pertunjukan musik dari Dagestan, serta berdialog dengan tokoh masyarakat setempat.
Beberapa duta besar turut membawa delegasi kecil untuk memperkenalkan tradisi Ramadhan dari negara masing-masing. Stan Arab Saudi menampilkan penyajian kopi Arab dan kurma premium, Turki menyuguhkan baklava dan teh khas, sementara Indonesia menghadirkan kolak serta aneka kue khas Lebaran.
Di sela-sela acara, sejumlah pertemuan informal berlangsung antara para diplomat dan pejabat Rusia untuk membahas peluang kerja sama di bidang ekonomi, pendidikan, dan budaya. Momentum tersebut menunjukkan bahwa kegiatan keagamaan juga dapat menjadi ruang diplomasi yang efektif.
Acara ditutup dengan doa bersama yang dipimpin Mufti Agung Rusia, memohon keberkahan bagi umat Islam serta perdamaian dunia. Pada malam itu, Tenda Ramadhan Moskow menjadi simbol persatuan dan dialog antarbangsa di tengah suasana musim semi Rusia yang masih terasa dingin. []
Penulis: Amy Maulana | Penyunting: Agnes Wiguna

