VICTORIA – Kepolisian Australia mengakhiri pelarian Desmond Freeman, buronan kasus pembunuhan dua anggota polisi, setelah pria tersebut ditembak mati dalam sebuah operasi di wilayah timur laut Negara Bagian Victoria pada Senin pagi. Freeman sebelumnya menjadi target salah satu perburuan terbesar di Australia setelah melarikan diri ke kawasan hutan lebat selama tujuh bulan.
Operasi penindakan itu dilakukan setelah aparat terus memburu keberadaan Freeman sejak Agustus 2025. Selama masa pelariannya, polisi menyisir medan terjal dan kawasan terpencil di Victoria dengan mengerahkan sumber daya besar untuk menangkap pelaku.
“Seorang pria telah ditembak mati oleh polisi di sebuah properti di timur laut Victoria pagi ini sebagai bagian dari operasi untuk menemukan Desmond Freeman,” kata Kepolisian Victoria dalam sebuah pernyataan.
Freeman, 56 tahun, diketahui melarikan diri usai menembak petugas saat polisi menggerebek rumahnya di desa kecil Porepunkah pada Agustus tahun lalu, sebagaimana dilansir AFP, Senin (30/03/2026). Dalam insiden itu, dua anggota polisi, Neal Thompson dan Vadim De Waart, tewas di lokasi, sementara seorang petugas lainnya mengalami luka pada bagian bawah tubuh.
Polisi menyebut Freeman merupakan bagian dari gerakan sovereign citizen atau “warga negara berdaulat”, kelompok yang meyakini hukum negara tidak berlaku bagi mereka. Keyakinan tersebut diduga menjadi salah satu latar belakang aksi perlawanan bersenjata terhadap aparat.
Hingga kini, alasan penerbitan surat perintah penggeledahan yang menjadi awal insiden penembakan belum diungkap kepada publik. Namun, aparat sebelumnya menyatakan tim yang melakukan penggerebekan turut melibatkan personel dari satuan investigasi kejahatan seksual dan anak.
Tewasnya Freeman menutup pengejaran panjang yang menyita perhatian publik Australia serta menjadi akhir dari kasus pembunuhan dua polisi yang mengguncang Victoria selama beberapa bulan terakhir. []
Redaksi05

