KYIV – Pergantian penting terjadi di lingkar kekuasaan Kyiv ketika Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengumumkan bahwa kepala stafnya, Andrii Yermak, resmi mengundurkan diri. Yermak selama ini dikenal sebagai salah satu tokoh paling berpengaruh di pemerintahan Ukraina dan menjadi figur sentral dalam komunikasi diplomatik dengan Amerika Serikat.
Pengunduran diri tersebut muncul pada saat yang sangat sensitif. Sehari sebelumnya, kediaman Yermak menjadi sasaran penggeledahan oleh penyidik antikorupsi Ukraina sebuah tindakan yang jarang menyentuh pejabat setingkat kepala staf presiden. Pemeriksaan itu menjadi sorotan publik, terutama karena dilakukan ketika Ukraina tengah menghadapi tekanan intens dari Washington untuk segera menyetujui kesepakatan damai setelah hampir empat tahun perang terbuka dengan Rusia.
Hubungan Zelenskyy dan Yermak sebenarnya telah terjalin kuat selama bertahun-tahun. Yermak kerap dipandang sebagai figur kepercayaan utama presiden, bahkan di tengah kritik atau desakan perubahan dari berbagai pihak. Namun, kepergiannya kali ini memberi sinyal bahwa dinamika internal di Kyiv tidak lagi seperti sebelumnya dan bisa mempengaruhi strategi negosiasi negara itu ke depan.
Meski demikian, Zelenskyy menegaskan bahwa perubahan di lingkar kekuasaan tidak boleh memecah fokus pemerintah dalam menghadapi tekanan eksternal. Dalam pernyataan resminya, ia menyinggung ancaman Rusia yang terus menunggu celah di dalam negeri Ukraina.
“Kita tidak punya hak untuk mundur atau berdebat di antara kita sendiri. Jika kita kehilangan persatuan, kita berisiko kehilangan segalanya, diri kita sendiri, Ukraina, masa depan kita,” kata Zelenskyy, seperti dikutip Associated Press, Jumat (28/11/2025).
Ia kembali menegaskan pentingnya kebulatan sikap dalam menghadapi situasi konflik berkepanjangan. “Kita harus bersatu, kita harus bertahan. Kita tidak punya pilihan lain. Kita tidak akan memiliki Ukraina yang lain,” sambungnya.
Nama Yermak tidak muncul lagi dalam daftar delegasi Ukraina yang akan menghadiri putaran negosiasi terbaru dengan Pemerintah AS. Zelenskyy menilai langkah reorganisasi tersebut diperlukan agar tidak ada pihak yang teralihkan dari prioritas utama, yakni mempertahankan negara.
“Untuk menjaga kekuatan internal kita, tidak boleh ada alasan untuk teralihkan pada hal lain kecuali membela Ukraina. Saya tidak ingin siapa pun mempertanyakan Ukraina, dan itulah mengapa kita memiliki keputusan hari ini,” ujarnya.
Dalam pidato malamnya, Zelenskyy juga menyatakan akan “menata ulang” struktur di kantor kepresidenan. Ia memastikan bahwa Yermak telah menyerahkan surat pengunduran diri, dan proses konsultasi mengenai penggantinya akan dimulai pada Sabtu.
Sementara itu, dua lembaga anti-korupsi nasional Ukraina telah mengonfirmasi bahwa penggeledahan mereka memang ditujukan untuk mengumpulkan bukti terkait Yermak. Namun, menurut keterangan juru bicara Yermak, Oleksii Tkachuk, hingga kini belum ada surat pemberitahuan dugaan pelanggaran yang diberikan kepada Yermak. Tkachuk juga menambahkan bahwa Yermak tidak diberi penjelasan rinci mengenai alasan atau materi yang menjadi dasar penggeledahan tersebut.
Dengan mundurnya figur kunci yang selama ini dekat dengan presiden, langkah selanjutnya Kyiv dalam arena diplomasi internasional akan menjadi perhatian, terutama menjelang putaran baru pembicaraan dengan Amerika Serikat. []
Diyan Febriana Citra.

