Dapat Rehabilitasi, Ira Ceritakan Gelapnya Malam di Penjara

Dapat Rehabilitasi, Ira Ceritakan Gelapnya Malam di Penjara

Bagikan:

BEKASI – Usai resmi keluar dari Rumah Tahanan KPK setelah memperoleh program rehabilitasi, mantan Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry, Ira Puspadewi, membagikan pengalamannya menjalani masa-masa sulit selama ditahan. Dalam acara syukuran yang digelar di kediaman keluarganya di kawasan Jatiwarna, Kota Bekasi, Sabtu (29/11/2025), Ira mengungkap bagaimana malam-malam di ruang isolasi menjadi titik terberat dalam hidupnya.

Ira menceritakan bahwa kondisi sel yang ditempatinya sangat minim penerangan dan berukuran sempit. Keadaan itu membuat dirinya harus bergantung penuh pada kekuatan batin untuk bertahan.

“Ternyata kita selama ini, saya kurang bersyukur. Apa yang kita anggap biasa, yang Ibu Bapak anggap biasa hari ini, syukurilah. Karena kalau di dalam (penjara) kita melewatkan malam-malam at the darkest night, itu berat,” ucapnya.

Ia juga menuturkan bahwa ruang isolasi tersebut tidak memiliki jendela dan hanya berukuran sekitar tiga meter kali tiga meter. Selama tiga hari ditempatkan di sana, Ira melewati waktu tanpa pendamping dan tanpa kontak dengan penghuni lainnya.

“Ya kalau seperti ini kita mau lari ke mana? Kalau dalam kamar isolasi gelap, nggak ada jendela, kurang lebih ukurannya 3×3 meter, sendirian selama tiga hari, tidak ada teman, mau ke mana lagi? Cuma ngobrolnya sama Tuhan,” katanya.

Meski berupaya kuat mempertahankan harapan, Ira mengaku sempat merasa ragu terhadap jalan keluar dari perkara yang menjeratnya. Namun, kebebasan yang ia dapat melalui rehabilitasi mengubah refleksi batinnya.

“Tapi itulah saya kira ujian manusia paling tinggi. Katanya suruh berharap terus, tapi kok nggak datang-datang sih Gusti Allah? Tapi kemudian dengan kejadian ini, saya diajarkan luar biasa. Jangan pernah mendikte Allah apa jalan yang terbaik,” ujar Ira sambil menekankan bahwa keputusan pemerintah memberi rehabilitasi merupakan titik balik baginya. “Karena kita pikir jalannya harusnya seperti ini, Tuhan. Tapi ternyata Tuhan mengasih melalui Presiden, rehabilitasi,” lanjutnya.

Seperti diketahui, Ira bebas dari Rutan KPK pada Jumat (28/11/2025). Saat keluar, ia menyampaikan apresiasi khusus kepada Presiden Prabowo Subianto.

“Kami menghaturkan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya ke bapak presiden Prabowo Subianto. Yang telah berkenan menggunakan hak istimewanya, dengan rehabilitasi bagi perkara kami,” ujarnya kepada awak media di Rutan Merah Putih.

Ucapan terima kasih juga ia sampaikan kepada Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad, Mahkamah Agung, serta sejumlah kementerian yang menurutnya terlibat dalam proses administrasi dan pendampingan.

“Yang ketiga kami haturkan terima kasih setinggi-tingginya kepada Dewan Perwakilan Rakyat Indonesia dalam hal ini diwakili oleh Sufmi Dasco Ahmad,” tuturnya. Tidak ketinggalan, Ira turut memuji profesionalitas para petugas KPK. “Dan para petugas KPK yang melaksanakan tugas dengan baik selama hampir 10 bulan kami di tahan ini,” tambahnya.

Dengan kebebasan yang kini ia peroleh, Ira menyampaikan bahwa masa tahanan memberikan banyak pelajaran tentang rasa syukur dan keteguhan sikap dalam menghadapi tekanan. []

Diyan Febriana Citra.

Bagikan:
Hotnews Nasional