JAKARTA – Aparat kepolisian menyiagakan pengamanan ketat di kawasan pusat ibu kota menyusul rencana aksi unjuk rasa buruh yang akan digelar di sekitar silang Monas Tenggara, Gambir, Jakarta Pusat, Selasa (06/01/2026). Aksi tersebut diperkirakan berlangsung sejak pagi hari dan berpotensi memengaruhi arus lalu lintas serta aktivitas masyarakat di sekitar kawasan Monumen Nasional.
Kepala Seksi Humas Polres Metro Jakarta Pusat, Iptu Erlyn Sumantri, mengatakan bahwa aksi unjuk rasa buruh dijadwalkan mulai berlangsung sekitar pukul 10.00 WIB. Massa aksi berasal dari gabungan sejumlah organisasi serikat pekerja dan buruh yang tergabung dalam Forum Urun Rembung Nasional.
“Ada aksi unjuk rasa dari Forum Urun Rembung Nasional Serikat Pekerja/Serikat Buruh (KSPSI, KPBI, MJH, KSBSI, KSPN, K. SARBUMUSI, K ASPEK INDONESIA, GSBI, FSBPI, ASPIRASI, OPSI, GOBSI),” ujar Erlyn dalam keterangan tertulisnya, Selasa (06/01/2026).
Hingga Selasa pagi, pihak kepolisian belum menerima informasi detail mengenai tuntutan yang akan disampaikan oleh massa buruh dalam aksi tersebut. Meski demikian, aparat tetap mengantisipasi potensi keramaian dengan menyiapkan pola pengamanan dan pengaturan lalu lintas secara fleksibel sesuai perkembangan situasi di lapangan.
Untuk menjaga keamanan dan ketertiban, sebanyak 1.060 personel gabungan dikerahkan. Personel tersebut terdiri atas unsur kepolisian, TNI, serta instansi terkait lainnya. Mereka akan disebar di sejumlah titik strategis di sekitar lokasi aksi untuk memastikan unjuk rasa berlangsung tertib serta tidak mengganggu kepentingan umum secara berlebihan.
Erlyn menjelaskan bahwa rekayasa lalu lintas di sekitar Monas akan diberlakukan secara situasional. Artinya, penutupan atau pengalihan arus kendaraan akan disesuaikan dengan jumlah massa aksi dan kondisi di lapangan. Skema tersebut dilakukan agar dampak kemacetan dapat diminimalkan, terutama pada jam-jam sibuk.
Ia juga mengimbau masyarakat yang tidak berkepentingan untuk menghindari kawasan Monas dan sekitarnya selama aksi berlangsung. Langkah ini dinilai penting guna mengurangi kepadatan kendaraan serta mencegah potensi keterlambatan aktivitas warga.
“Warga bisa mencari jalan alternatif lain selama unjuk rasa berjalan,” katanya.
Kawasan Monas dan Gambir dikenal sebagai salah satu titik vital di Jakarta Pusat, baik sebagai pusat perkantoran pemerintahan maupun jalur lalu lintas utama. Setiap aksi unjuk rasa di area tersebut kerap berdampak langsung pada mobilitas masyarakat, termasuk pengguna transportasi umum dan kendaraan pribadi.
Pihak kepolisian memastikan tetap mengedepankan pendekatan persuasif dan humanis dalam mengawal jalannya unjuk rasa. Aparat juga mengingatkan para peserta aksi untuk menyampaikan aspirasi secara damai serta mematuhi aturan hukum yang berlaku.
Sementara itu, masyarakat diimbau untuk memantau informasi lalu lintas terkini melalui kanal resmi kepolisian atau media sosial guna menyesuaikan rute perjalanan. Dengan kerja sama antara aparat, peserta aksi, dan warga, diharapkan kegiatan penyampaian aspirasi dapat berlangsung aman tanpa mengganggu stabilitas dan aktivitas publik secara luas. []
Diyan Febriana Citra.

