KUALA LUMPUR — Kondisi kesehatan mantan Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad kembali menjadi perhatian publik setelah tokoh senior politik Negeri Jiran itu dilarikan ke rumah sakit pada Selasa (06/01/2026). Insiden ini terjadi setelah Mahathir dilaporkan terjatuh di kediamannya, memicu langkah cepat dari pihak keluarga dan tim medis untuk memastikan kondisinya tetap stabil.
Informasi tersebut disampaikan oleh ajudan Mahathir, sebagaimana dikutip dari AFP. Peristiwa ini menambah daftar perhatian terhadap kesehatan Mahathir yang dalam beberapa tahun terakhir memang kerap mengalami gangguan medis, seiring usianya yang telah mencapai satu abad.
Menurut keterangan ajudannya, Mahathir segera dibawa ke Institut Jantung Nasional di Kuala Lumpur untuk menjalani observasi medis lebih lanjut. Langkah ini diambil sebagai bentuk kewaspadaan mengingat riwayat kesehatan Mahathir, khususnya yang berkaitan dengan jantung.
“Dia sadar. Saya tidak tahu apakah dia akan dirawat atau tidak untuk saat ini. Masih terlalu dini untuk mengatakannya,” kata Sufi Yusoff.
Ajudan tersebut juga menjelaskan kronologi singkat kejadian yang menyebabkan Mahathir harus mendapatkan perawatan. “Dia terjatuh saat berpindah dari satu bagian balkon ke ruang tamu,” sambungnya.
Meski demikian, hingga laporan ini disusun, belum ada keterangan resmi mengenai tingkat keparahan cedera yang dialami Mahathir. Pihak keluarga dan tim medis masih memantau perkembangan kondisinya sebelum memutuskan apakah ia perlu menjalani perawatan intensif atau dapat kembali menjalani pemulihan di rumah.
Mahathir Mohamad dikenal sebagai salah satu tokoh politik paling berpengaruh dalam sejarah modern Malaysia. Ia pernah menjabat sebagai perdana menteri dalam dua periode, yakni pada 1981 hingga 2003, serta kembali memimpin negara tersebut pada periode 2018 hingga 2020. Masa jabatan keduanya mencatat sejarah tersendiri karena Mahathir menjadi pemimpin pemerintahan terpilih tertua di dunia saat itu.
Dalam perjalanan hidupnya, Mahathir juga dikenal memiliki riwayat penyakit jantung. Ia pernah menjalani operasi bypass jantung, yang membuat kondisi kesehatannya kerap menjadi sorotan, terutama ketika ia masih aktif dalam kegiatan politik dan sosial. Meski demikian, Mahathir tetap menunjukkan aktivitas publik yang relatif tinggi, bahkan setelah tidak lagi menjabat sebagai perdana menteri.
Sebelumnya, Mahathir juga sempat dirawat di rumah sakit akibat kelelahan setelah menghadiri sebuah acara piknik untuk memperingati ulang tahunnya yang ke-100 pada Juli lalu. Peristiwa tersebut kembali menegaskan bahwa meskipun tetap aktif, kondisi fisiknya membutuhkan perhatian khusus.
Kabar mengenai Mahathir yang kembali dirawat di rumah sakit ini pun langsung mendapat perhatian luas, baik dari masyarakat Malaysia maupun komunitas internasional. Banyak pihak menyampaikan harapan agar tokoh yang dikenal vokal dan berpengaruh itu segera pulih dan kembali sehat.
Sebagai figur publik dengan perjalanan panjang dalam dunia politik, setiap perkembangan kondisi kesehatan Mahathir kerap dipandang tidak hanya sebagai isu personal, tetapi juga memiliki nilai simbolik bagi masyarakat Malaysia. Hingga kini, pihak rumah sakit belum memberikan pernyataan resmi terkait hasil observasi medis yang dijalani Mahathir. []
Diyan Febriana Citra.

