Gempa Magnitudo 5,0 Guncang Keerom Papua

Gempa Magnitudo 5,0 Guncang Keerom Papua

Bagikan:

JAKARTA — Aktivitas seismik kembali terjadi di wilayah timur Indonesia. Kabupaten Keerom, Papua, diguncang gempa bumi dengan kekuatan menengah pada Kamis (08/01/2026) pagi. Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa kawasan Papua masih berada di jalur rawan gempa akibat pertemuan lempeng tektonik aktif.

Berdasarkan informasi resmi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa terjadi pada pukul 10.21 WIB. Guncangan tersebut memiliki kedalaman cukup dalam, yakni 126 kilometer, sehingga tergolong sebagai gempa bumi menengah yang bersumber dari aktivitas subduksi di bawah permukaan bumi.

BMKG menjelaskan bahwa pusat gempa atau episenter berada di laut, tepatnya pada koordinat 4,17 Lintang Selatan dan 142,31 Bujur Timur. Lokasi tersebut berada sekitar 194 kilometer di tenggara Kabupaten Keerom, Papua. Adapun kekuatan gempa tercatat mencapai magnitudo 5,0.

“Gempa Mag:5.0, 08-Jan-2026 10:21:23WIB, Lok:4.17LS, 142.31BT (194 km Tenggara KEEROM-PAPUA), Kedlmn:126 Km,” tulis BMKG dalam keterangannya dikutip Kamis (08/01/2026).

Meskipun berkekuatan cukup signifikan, hingga laporan ini disusun belum ada informasi mengenai kerusakan bangunan maupun korban jiwa akibat gempa tersebut. BMKG menyebutkan bahwa gempa dengan kedalaman lebih dari 100 kilometer umumnya tidak menimbulkan dampak kerusakan yang besar di permukaan, meskipun getarannya dapat dirasakan oleh masyarakat di sekitar wilayah episenter.

Sejumlah warga di wilayah Keerom dan sekitarnya dilaporkan merasakan getaran ringan hingga sedang. Namun, tidak ada laporan kepanikan massal atau evakuasi warga akibat kejadian ini. Aparat setempat tetap melakukan pemantauan dan koordinasi untuk memastikan kondisi masyarakat tetap aman.

BMKG memastikan bahwa gempa tersebut tidak berpotensi tsunami. Hal ini disebabkan oleh kedalaman sumber gempa yang cukup jauh dari permukaan serta mekanisme pergerakan lempeng yang tidak memicu gelombang besar di laut. Meski demikian, masyarakat tetap diminta untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama terhadap kemungkinan terjadinya gempa susulan.

Sebagai wilayah yang berada di kawasan Cincin Api Pasifik (Ring of Fire), Papua memang kerap mengalami aktivitas gempa bumi. Kondisi geologis ini menjadikan wilayah timur Indonesia rawan terhadap pergerakan lempeng Indo-Australia, Pasifik, dan Eurasia yang saling berinteraksi. Oleh karena itu, kesiapsiagaan masyarakat dan pemerintah daerah menjadi hal penting dalam upaya mitigasi bencana.

BMKG juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Informasi resmi mengenai gempa bumi hanya dikeluarkan oleh BMKG melalui kanal komunikasi yang telah terverifikasi.

“Disclaimer: Informasi ini mengutamakan kecepatan, sehingga hasil pengolahan data belum stabil dan bisa berubah seiring kelengkapan data,” tulis BMKG.

Peringatan tersebut disampaikan untuk menegaskan bahwa data awal gempa dapat mengalami pembaruan seiring dengan masuknya data tambahan dari stasiun pemantau gempa di berbagai wilayah. BMKG memastikan akan terus memperbarui informasi apabila terjadi perubahan signifikan.

Masyarakat diimbau untuk tetap tenang, tidak panik, dan selalu mengikuti arahan dari pihak berwenang. Pemerintah daerah bersama instansi terkait diharapkan terus memperkuat edukasi kebencanaan agar masyarakat lebih siap menghadapi potensi bencana alam di masa mendatang. []

Diyan Febriana Citra.

Bagikan:
Breaking News Nasional