Kadin Siapkan Empat Agenda Strategis Pendorong Ketahanan Ekonomi Nasional

Kadin Siapkan Empat Agenda Strategis Pendorong Ketahanan Ekonomi Nasional

Bagikan:

JAKARTA – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menyiapkan langkah strategis sejak awal 2026 untuk memastikan dunia usaha nasional tetap adaptif dan kompetitif di tengah ketidakpastian ekonomi global. Empat agenda utama telah disusun sebagai bagian dari upaya memperluas jejaring internasional, mendorong investasi, serta menjaga ketahanan ekonomi nasional di tengah dinamika geopolitik dan perubahan tatanan ekonomi dunia.

Empat agenda strategis tersebut mencakup partisipasi Indonesia dalam World Economic Forum (WEF) Davos, penyelenggaraan ASEAN Business Advisory Council (ABAC) Business Conference, Jakarta Food Security Summit, serta forum Indonesia Economic Outlook. Seluruh agenda ini dirancang untuk menjembatani kepentingan pemerintah, dunia usaha, dan komunitas global.

Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Novyan Bakrie menyampaikan bahwa WEF Davos 2026 menjadi agenda pembuka yang sangat penting. Forum yang berlangsung pada 19–23 Januari 2026 itu dinilai sebagai etalase utama bagi Indonesia untuk memperkenalkan peluang investasi dan kerja sama perdagangan kepada dunia internasional.

“Davos adalah ajang yang sangat baik untuk mempromosikan investasi dan perdagangan, dan Kadin sangat semangat mendukung pemerintah dalam forum ini,” ujar Anindya dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu (10/01/2026).

Menurut Anindya, partisipasi Indonesia dalam WEF Davos menjadi semakin relevan karena dunia tengah menghadapi fragmentasi geopolitik, tantangan perubahan iklim, serta pergeseran pola kerja sama ekonomi global menuju pendekatan minilateralisme. Kondisi tersebut menuntut Indonesia untuk lebih aktif menyampaikan posisi dan kepentingannya di panggung internasional.

Dengan kehadiran sekitar 70 pemimpin negara dan lebih dari 3.000 tokoh global, WEF Davos dipandang sebagai forum strategis untuk memperkuat keseimbangan posisi Indonesia di antara kekuatan ekonomi besar seperti Amerika Serikat, China, negara-negara G20, APEC, hingga BRICS.

Agenda kedua yang menjadi perhatian Kadin adalah Jakarta Food Security Summit yang dijadwalkan berlangsung pada 20–21 Mei 2026 di Jakarta. Forum ini dirancang untuk merespons tantangan ketahanan pangan dan energi yang kian kompleks akibat perubahan iklim, konflik global, dan dinamika pasar komoditas.

“Isu utama dalam acara ini adalah food security dan energy security, termasuk pembahasan biofuel 40-50 serta penurunan produksi kelapa sawit. Kita akan membahas berbagai opsi kebijakan, mulai dari pembukaan lahan baru, optimalisasi lahan tidak produktif, hingga kebijakan moratorium,” ujar Wakil Ketua Umum Koordinator Bidang Pengembangan Ekspor Kadin Indonesia Juan Permata Adoe.

Selain itu, Kadin juga menyiapkan ABAC Business Conference yang akan digelar pada 7–9 Februari 2026 di Jakarta. Forum ini menjadi sarana penting bagi pelaku usaha Indonesia untuk menyampaikan pandangan dan kepentingan strategis di kawasan Asia Pasifik, sejalan dengan meningkatnya peran Indonesia dalam kerja sama regional.

Wakil Ketua Umum Bidang Hubungan Luar Negeri Kadin Indonesia Bernardino M Vega menilai konferensi tersebut akan memperkuat posisi Indonesia dalam percaturan ekonomi Asia Pasifik, sekaligus membuka peluang kerja sama lintas negara yang lebih konkret.

Agenda keempat adalah Indonesia Economic Outlook yang dijadwalkan berlangsung pada 15 Januari 2026 di Menara Kadin Indonesia. Forum ini ditujukan sebagai rujukan awal bagi dunia usaha dalam membaca arah perekonomian sepanjang 2026.

Wakil Ketua Umum Bidang Analisis Kebijakan Makro-Mikro Ekonomi Kadin Indonesia Aviliani mengatakan forum tersebut akan membahas berbagai tantangan dan peluang ekonomi yang dihadapi Indonesia.

Aviliani mengatakan Indonesia Economic Outlook akan membahas tiga isu utama, yakni proyeksi ekonomi global, persepsi dan minat investor asing terhadap Indonesia, serta kondisi ekonomi daerah yang kini menghadapi tantangan penurunan anggaran dan kebutuhan pemulihan setelah bencana.

Melalui empat agenda strategis tersebut, Kadin Indonesia berharap dapat memperkuat sinergi antara dunia usaha dan pemerintah dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional sekaligus memanfaatkan peluang di tengah ketidakpastian global. []

Diyan Febriana Citra.

Bagikan:
Hotnews Nasional