Indonesia Dukung Turki Jadi Mitra Wicara Penuh ASEAN

Indonesia Dukung Turki Jadi Mitra Wicara Penuh ASEAN

Bagikan:

ANKARA – Indonesia kembali menegaskan peran strategisnya dalam memperluas jejaring kemitraan ASEAN dengan mendukung langkah Turki untuk meningkatkan statusnya sebagai mitra wicara penuh (dialogue partner) di kawasan Asia Tenggara. Dukungan tersebut mencerminkan komitmen diplomasi aktif Indonesia dalam memperkuat keterlibatan negara-negara mitra strategis di tengah dinamika geopolitik dan ekonomi global yang terus berkembang.

Penegasan dukungan tersebut disampaikan Menteri Luar Negeri Republik Indonesia Sugiono dalam pernyataan pers bersama usai Dialog 2+2 antara Menteri Luar Negeri dan Menteri Pertahanan Republik Indonesia dan Turki yang digelar di Ankara, Jumat (09/01/2026). Forum dialog tingkat tinggi ini menjadi momentum penting bagi kedua negara untuk menyelaraskan kepentingan strategis, baik di kawasan masing-masing maupun di forum internasional.

“Kami menyambut aspirasi Turki menjadi mitra wicara penuh ASEAN, dan kami siap memberi dukungan penuh,” kata Sugiono.

Dalam dialog tersebut, Indonesia dan Turki saling bertukar pandangan terkait perkembangan kawasan Asia Tenggara dan Timur Tengah, serta membahas posisi dan peran diplomasi kedua negara di berbagai forum multilateral, termasuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Organisasi Kerja Sama Islam (OKI), dan ASEAN. Pertukaran pandangan ini dinilai penting untuk memperkuat kesamaan perspektif dalam menghadapi tantangan global, mulai dari ketidakpastian ekonomi hingga konflik geopolitik.

Sugiono menekankan bahwa Indonesia dan Turki memiliki kesamaan identitas sebagai negara-negara Global South yang mendorong terwujudnya sistem ekonomi global yang lebih adil dan inklusif. Dalam konteks ini, kedua negara juga memiliki kepentingan yang sama untuk memperkuat kerja sama antarnegara Islam, khususnya dalam bidang ekonomi, perdagangan, dan pembangunan.

Ia menambahkan bahwa Indonesia berkomitmen untuk mendorong penguatan kerja sama antara ASEAN dan Turki, terutama di sektor ekonomi, investasi, dan perdagangan. Menurutnya, keterlibatan Turki secara lebih luas di ASEAN dapat membuka peluang baru bagi peningkatan arus perdagangan, penguatan rantai pasok, serta kolaborasi industri yang saling menguntungkan.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Turki Hakan Fidan menegaskan bahwa negaranya memiliki visi menyeluruh dalam memperkuat hubungan dengan kawasan Asia Pasifik, termasuk negara-negara ASEAN. Ia menilai kawasan ini memiliki peran strategis dalam peta ekonomi dan politik global, sehingga membutuhkan pendekatan diplomasi yang lebih intensif dan berkelanjutan.

Fidan menyebut Indonesia sebagai mitra kunci bagi Turki dalam memperluas keterlibatannya di Asia Tenggara. Menurutnya, hubungan bilateral yang kuat antara Ankara dan Jakarta dapat menjadi jembatan penting bagi Turki untuk memahami dinamika kawasan ASEAN sekaligus berkontribusi secara konstruktif.

Ia juga menyinggung kunjungan Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim ke Turki beberapa waktu lalu, yang berlangsung sebelum dialog 2+2 dengan Indonesia. Kunjungan tersebut disebut sebagai sinyal kuat komitmen Turki untuk mempererat hubungan dengan negara-negara Asia Pasifik.

“Mengenai keinginan kami untuk meningkatkan hubungan dengan ASEAN sebagai mitra wicara, kami senang atas dukungan Indonesia dalam hal ini,” kata dia.

Saat ini, Turki masih berstatus sebagai mitra wicara sektoral ASEAN, yang disepakati dalam Pertemuan Tingkat Menteri Luar Negeri ASEAN (AMM) ke-50 di Manila, Filipina, pada Agustus 2017. Dukungan Indonesia dinilai dapat menjadi faktor penting dalam mendorong peningkatan status tersebut, seiring dengan upaya ASEAN memperluas kemitraan strategis yang saling menguntungkan. []

Diyan Febriana Citra.

Bagikan:
Internasional