JAKARTA – Tentara Nasional Indonesia (TNI) tengah menyiapkan langkah strategis untuk memperkuat pembinaan olahraga prestasi di lingkungan militer melalui rencana pembentukan Batalyon Olahraga. Gagasan ini muncul sebagai respons atas capaian gemilang prajurit TNI yang sukses mengharumkan nama Indonesia pada ajang SEA Games 2025 di Thailand. Total 39 prajurit TNI tercatat meraih prestasi membanggakan dan berkontribusi langsung terhadap raihan medali kontingen Merah Putih.
Pembentukan Batalyon Olahraga tersebut dinilai sebagai bentuk pengakuan institusi terhadap peran atlet prajurit yang tidak hanya menjalankan tugas pertahanan negara, tetapi juga mengangkat martabat bangsa di arena olahraga internasional. Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Brigjen Aulia Dwi Nasrullah menyampaikan bahwa satuan khusus tersebut akan ditempatkan di bawah struktur Pusat Jasa Perbekalan dan Material Dasar (Pusjaspermildas) TNI.
“Untuk pembentukan Batalyon Olahraga berada di bawah Pusjaspermildas TNI, saat ini sedang dalam proses validasi organisasi dan tugas,” jelas dia saat dihubungi Kompas.com, Senin (12/01/2026).
Meski demikian, TNI belum membeberkan secara rinci konsep organisasi, pola pembinaan, maupun jumlah personel yang akan tergabung dalam Batalyon Olahraga tersebut. Aulia menyatakan bahwa seluruh aspek masih dalam tahap pengkajian agar selaras dengan tugas pokok TNI serta sistem pembinaan atlet nasional.
Namun satu hal yang dipastikan, pembinaan atlet prajurit tidak akan dilakukan secara tertutup atau eksklusif. TNI berencana melibatkan tenaga profesional dari luar institusi militer untuk memastikan kualitas latihan tetap kompetitif dan mengikuti standar olahraga modern.
“Untuk pembinaan tetap akan berkolaborasi dengan pelatih profesional,” kata dia.
Kebijakan ini menegaskan bahwa TNI tidak hanya berfokus pada aspek kedinasan semata, tetapi juga memperhatikan pengembangan potensi prajurit di bidang nonmiliter, termasuk olahraga prestasi. Dengan dukungan sistem yang lebih terstruktur, Batalyon Olahraga diharapkan menjadi wadah pembinaan jangka panjang bagi atlet-atlet berseragam loreng.
Perhatian publik terhadap atlet prajurit semakin menguat setelah Presiden Prabowo Subianto memberikan apresiasi langsung kepada para atlet berprestasi. Salah satunya adalah lifter Rizki Juniansyah yang mendapat kenaikan pangkat dua tingkat dari Letnan Dua menjadi Kapten. Kenaikan pangkat tersebut diberikan setelah Rizki kembali memecahkan rekor dunia di cabang olahraga angkat besi.
Penghargaan itu disampaikan Presiden Prabowo saat penyerahan bonus kepada atlet berprestasi di Istana Negara, Jakarta Pusat, Kamis (08/01/2026).
“Jadi saya dapat laporan, Panglima TNI dengan gagah menaikkan pangkat atlet ini dua tingkat. Jadi dari Letnan Dua langsung Kapten,” kata Prabowo, Kamis.
Selain Rizki, atlet Taekwondo Muhammad Alfi Kusuma juga memperoleh kenaikan pangkat dari Letnan Dua (Letda) menjadi Letnan Satu (Lettu). Apresiasi serupa diberikan kepada prajurit lain yang berprestasi, meski tidak semuanya berupa kenaikan pangkat.
Sebanyak 37 prajurit TNI lainnya mendapatkan penghargaan dalam bentuk kesempatan mengikuti pendidikan lanjutan, yakni Sekolah Perwira dan Sekolah Bintara. Langkah ini dipandang sebagai investasi sumber daya manusia yang tidak hanya unggul secara fisik, tetapi juga memiliki kapasitas kepemimpinan dan intelektual.
Dengan pembentukan Batalyon Olahraga, TNI berupaya membangun sistem pembinaan yang berkesinambungan, sekaligus memperkuat sinergi antara prestasi olahraga dan pengabdian kepada negara. []
Diyan Febriana Citra.

