Michael Carrick Ambil Alih Manchester United hingga Akhir Musim

Michael Carrick Ambil Alih Manchester United hingga Akhir Musim

Bagikan:

MANCHESTER — Manchester United bersiap memasuki babak baru di tengah musim kompetisi dengan menunjuk Michael Carrick sebagai pelatih kepala sementara hingga akhir musim. Kesepakatan prinsip antara klub dan mantan gelandang andalan Setan Merah itu telah tercapai, menandai langkah manajemen dalam menjaga stabilitas tim di tengah perubahan.

Carrick terlihat tiba di pusat latihan Carrington pada Selasa (13/01/2026) pagi. Kehadirannya menjadi sinyal kuat bahwa pengumuman resmi dari klub tinggal menunggu waktu. Manajemen Manchester United dijadwalkan mengonfirmasi penunjukan tersebut pada hari yang sama waktu setempat.

Penunjukan Carrick dinilai sebagai pilihan yang mengedepankan kontinuitas. Sosok berusia 44 tahun itu bukan figur asing di Old Trafford. Selain memiliki sejarah panjang sebagai pemain, Carrick juga memahami kultur klub dan dinamika ruang ganti, yang dianggap krusial dalam situasi transisi.

Tantangan awal Carrick langsung datang dalam skala besar. Laga debutnya sebagai pelatih interim Manchester United dijadwalkan berlangsung pada Sabtu (17/01/2026), saat tim menghadapi Manchester City dalam derbi Manchester di Old Trafford. Pertandingan tersebut bukan sekadar duel gengsi, melainkan juga ujian awal kredibilitas Carrick di kursi pelatih.

Dalam kesepakatan yang dicapai, Carrick diberikan kewenangan untuk menentukan susunan staf kepelatihannya. Ia disebut akan membawa Steve Holland, mantan asisten pelatih tim nasional Inggris, guna memperkuat aspek taktik dan manajemen pertandingan. Kehadiran Holland dinilai dapat memberikan perspektif baru sekaligus pengalaman di level internasional.

Selain itu, nama-nama seperti Jonathan Woodgate, Jonny Evans, dan Travis Binnion juga dikabarkan akan masuk dalam jajaran staf pelatih. Kombinasi tersebut mencerminkan perpaduan antara pengalaman senior dan pemahaman mendalam terhadap sistem pengembangan pemain muda Manchester United.

Di sisi lain, Darren Fletcher, yang sebelumnya memimpin dua pertandingan terakhir Manchester United, tidak akan melanjutkan perannya di tim utama. Mantan gelandang timnas Skotlandia itu telah ditawari posisi dalam staf Carrick, namun memilih kembali ke peran lamanya sebagai pelatih tim U-18. Keputusan Fletcher dipandang sebagai upaya klub menjaga kesinambungan pembinaan pemain muda.

Penunjukan Carrick sebagai pelatih interim juga memberi sinyal bahwa manajemen belum terburu-buru menetapkan pelatih permanen. Fokus utama klub saat ini adalah menstabilkan performa tim hingga akhir musim, sambil mengevaluasi opsi jangka panjang yang paling sesuai dengan visi klub.

Bagi Carrick sendiri, peran ini menjadi kesempatan penting dalam perjalanan karier kepelatihannya. Setelah lama berada di balik layar, tanggung jawab memimpin tim utama Manchester United membuka ruang pembuktian bahwa ia mampu menerjemahkan filosofi klub ke dalam performa di lapangan.

Derbi Manchester akhir pekan nanti akan menjadi tolok ukur awal, baik bagi Carrick maupun bagi Manchester United dalam menavigasi periode transisi yang penuh tekanan. Hasil pertandingan tersebut diyakini akan memengaruhi persepsi publik terhadap arah baru yang tengah dibangun klub. []

Diyan Febriana Citra.

Bagikan:
Internasional