JAKARTA — Keputusan Asosiasi Bulu Tangkis Singapura (BSA) memasangkan Terry Hee dengan pebulu tangkis Indonesia, Gloria Emanuelle Widjaja, pada ajang Indonesia Masters 2026 menjadi langkah strategis yang mencuri perhatian publik bulu tangkis internasional. Turnamen yang akan berlangsung di Istora Senayan pada 20–25 Januari 2026 itu sekaligus menorehkan sejarah baru, karena untuk pertama kalinya Singapura menurunkan pasangan ganda campuran hasil kolaborasi lintas negara.
Pilihan terhadap Gloria Widjaja bukan diambil secara tiba-tiba. BSA menilai kerja sama lintas kewarganegaraan ini sebagai solusi kompetitif di tengah peta persaingan ganda campuran yang semakin ketat. Pelatih kepala ganda BSA, Paulus Firman, mengungkapkan bahwa federasi sebelumnya mempertimbangkan sejumlah nama besar dari negara lain sebelum akhirnya menetapkan pilihan pada Gloria.
Menurut Paulus Firman, Sapsiree Taerattanachai dari Thailand serta Lai Pei Jing asal Malaysia sempat masuk dalam radar pencarian pasangan bagi Terry Hee. Namun, setelah melakukan evaluasi mendalam terhadap gaya bermain dan pengalaman, Gloria Widjaja dinilai sebagai sosok paling sesuai.
“Kami memilih Gloria karena gaya bermainnya cocok dengan Terry. Keduanya memiliki Pengalaman main di level tertinggi BWF World Tour. Gloria juga pernah masuk 10 besar dunia di nomor ganda campuran bersama dua pemain berbeda,” kata Paulus Firman, Okezone mengutip dari Straits Times, Rabu (13/01/2026).
Dari sisi teknis, Gloria dikenal memiliki kecepatan, variasi pukulan, serta kemampuan membaca permainan yang baik. Karakter tersebut dinilai selaras dengan Terry Hee yang mengandalkan kecerdasan bermain dan konsistensi di lapangan. Kesesuaian inilah yang menjadi fondasi utama BSA dalam merancang duet gado-gado tersebut.
Di sisi lain, keputusan Gloria Widjaja menerima tawaran Singapura juga dilatarbelakangi kondisi internal. Pebulu tangkis berusia 32 tahun itu tengah menunggu kepastian pemulihan pasangan tetapnya di sektor ganda campuran, Rehan Kusharjanto, yang masih menjalani proses penyembuhan cedera.
“Saat saya mendapatkan tawaran untuk berpasangan dengan Terry, saya pikir kenapa tidak untuk dicoba. Terry adalah pemain cerdas, memiliki skill bagus dan berpengalaman main di level tinggi,” kaat Gloria Widjaja.
“Kami juga sering berhadapan di turnamen-turnamen besar dan melakukan latihan bersama. Saya percaya kepada Terry dan semoga bisa berkolaborasi dengan baik,” tegas pebulu tangkis 32 tahun ini.
Menjelang Indonesia Masters 2026, Gloria Widjaja dan Terry Hee menjalani latihan intensif di Singapura. Fokus latihan diarahkan pada penyatuan pola permainan, rotasi posisi, serta komunikasi di lapangan. Persiapan ini menjadi krusial mengingat keduanya baru pertama kali tampil sebagai pasangan di turnamen resmi.
Kolaborasi lintas negara sejatinya bukan hal baru dalam dunia bulu tangkis, meski masih jarang dilakukan. Indonesia sendiri pernah memiliki pengalaman serupa, salah satunya saat Hendra Setiawan berpasangan dengan pebulu tangkis asal Rusia, Anastasia Russkikh, di nomor ganda campuran.
Kehadiran pasangan Terry Hee/Gloria Widjaja di Indonesia Masters 2026 pun menambah warna persaingan, sekaligus memperkuat citra Istora Senayan sebagai panggung pertemuan berbagai inovasi dan dinamika bulu tangkis dunia. Publik kini menantikan sejauh mana duet lintas negara ini mampu berbicara di hadapan pasangan-pasangan elite dunia. []
Diyan Febriana Citra.

