JAKARTA — Aktivitas masyarakat di berbagai wilayah Indonesia pada Kamis (15/01/2026) diperkirakan akan dipengaruhi oleh dinamika cuaca yang cukup signifikan. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini terkait potensi hujan dengan intensitas lebat hingga sangat lebat yang dapat terjadi di sejumlah daerah, mulai dari wilayah barat hingga timur Indonesia.
Peringatan tersebut disampaikan sebagai langkah antisipasi agar masyarakat dan pemerintah daerah dapat meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak yang mungkin ditimbulkan, seperti genangan air, banjir, tanah longsor, serta gangguan transportasi dan aktivitas harian.
Prakirawan cuaca BMKG Muhammad Rizky mengatakan bahwa potensi hujan lebat tersebut dipengaruhi oleh kondisi atmosfer yang mendukung pertumbuhan awan hujan di berbagai wilayah. Dalam keterangannya yang dikutip di Jakarta, Kamis (15/01/2026), ia menyebutkan sejumlah daerah yang perlu memberi perhatian khusus terhadap perkembangan cuaca.
“Daerah-daerah yang perlu mewaspadai potensi tersebut yakni Lampung, Banten, Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Timur, dan Papua,” ujar Rizky.
Wilayah Indonesia bagian barat menjadi salah satu kawasan yang berpotensi mengalami cuaca ekstrem. Rizky menjelaskan, masyarakat di sejumlah kota besar diminta lebih waspada terhadap hujan yang disertai kilat dan petir.
“Kemudian terdapat potensi hujan petir di Bandar Lampung, Jakarta, Banjarmasin, dan Samarinda,” katanya.
Selain hujan petir, BMKG juga mencatat adanya potensi hujan dengan intensitas sedang di beberapa wilayah lain. Kondisi ini berpeluang memengaruhi aktivitas ekonomi dan mobilitas warga, terutama pada jam-jam sibuk.
“Kemudian terdapat potensi hujan sedang di Pangkal Pinang, Semarang, dan Yogyakarta,” katanya.
Di luar wilayah tersebut, hujan ringan diprakirakan turun di sebagian besar wilayah Sumatera dan Jawa, serta di Palangkaraya dan Tanjung Selor. Sementara itu, kondisi berawan diperkirakan terjadi di Tanjung Pinang dan Pontianak, sedangkan potensi udara kabur terpantau di wilayah Aceh.
Sementara itu, wilayah Indonesia bagian timur juga tidak luput dari perhatian BMKG. Rizky menyampaikan bahwa hujan petir berpotensi terjadi di Denpasar, sedangkan hujan dengan intensitas sedang diprakirakan turun di Nabire dan Merauke.
“Terdapat pula potensi hujan ringan di Mataram, sebagian Sulawesi, Ambon, Jayapura, dan Jayawijaya,” katanya.
Adapun wilayah Manado, Ternate, Kupang, Gorontalo, dan Sorong diprakirakan mengalami kondisi berawan hingga berawan tebal. Selain itu, potensi udara kabur juga terpantau di Palu dan Manokwari, yang dapat memengaruhi jarak pandang dan aktivitas penerbangan.
BMKG mengimbau masyarakat untuk terus memantau informasi cuaca terkini melalui kanal resmi, mengingat kondisi atmosfer dapat berubah dengan cepat. Kewaspadaan dini dinilai penting, terutama bagi warga yang tinggal di daerah rawan bencana hidrometeorologi.
Dengan meningkatnya intensitas hujan di berbagai wilayah, koordinasi antara masyarakat dan pemerintah daerah diharapkan dapat meminimalkan dampak yang ditimbulkan serta menjaga keselamatan bersama. []
Diyan Febriana Citra.

