RIYADH – Istana Kerajaan Arab Saudi memastikan kondisi kesehatan Raja Salman bin Abdulaziz Al Saud dalam keadaan baik setelah sang raja menjalani serangkaian pemeriksaan medis di sebuah rumah sakit di Riyadh. Kepastian ini disampaikan menyusul kepulangan Raja Salman dari Rumah Sakit Spesialis King Faisal pada Jumat (17/01/2026), yang sekaligus meredam spekulasi publik terkait kondisi kesehatan pemimpin tertinggi Kerajaan Arab Saudi tersebut.
Dalam pernyataan resmi yang dirilis media pemerintah dan dikutip AFP, Istana Kerajaan menegaskan bahwa hasil pemeriksaan medis Raja Salman menunjukkan perkembangan yang positif.
“Yang Mulia telah meninggalkan Rumah Sakit Spesialis King Faisal di Riyadh hari ini (Jumat) setelah menjalani pemeriksaan medis yang hasilnya terbukti menenangkan,” demikian bunyi pernyataan Istana Kerajaan.
Sebelumnya, pihak kerajaan mengumumkan bahwa Raja Salman, yang kini berusia 90 tahun, sempat menjalani perawatan di rumah sakit pada hari yang sama untuk keperluan pemeriksaan kesehatan rutin. Meski hanya berlangsung singkat, kabar tersebut sempat memicu perhatian luas, mengingat usia Raja Salman serta perannya yang simbolik dalam struktur pemerintahan dan politik Arab Saudi.
Arab Saudi sebagai eksportir minyak mentah terbesar di dunia selama ini dikenal sangat berhati-hati dalam menyampaikan informasi terkait kondisi kesehatan pemimpinnya. Istana Kerajaan cenderung membatasi detail medis yang diumumkan ke publik, guna mencegah spekulasi berlebihan yang berpotensi memengaruhi stabilitas politik dan ekonomi.
Raja Salman resmi naik takhta pada 2015. Namun, sejak 2017, tugas-tugas pemerintahan sehari-hari sebagian besar dijalankan oleh putranya, Mohammed bin Salman (MBS), yang menjabat sebagai putra mahkota dan dipandang sebagai pemimpin de facto kerajaan. Kendati demikian, Raja Salman tetap memegang peran penting sebagai kepala negara dan simbol persatuan nasional.
Dalam beberapa tahun terakhir, publik sesekali mendapatkan informasi mengenai kondisi kesehatan Raja Salman, meskipun dalam porsi yang terbatas. Pada 2024, misalnya, Istana Kerajaan mengungkap bahwa sang raja sempat mengalami infeksi paru-paru. Namun, setelah menjalani perawatan medis, ia dinyatakan pulih dan kembali menjalankan aktivitas kenegaraan.
Pada Mei 2022, Raja Salman juga menjalani kolonoskopi atau pemeriksaan bagian dalam usus besar. Setelah prosedur tersebut, ia dirawat lebih dari sepekan untuk pemeriksaan lanjutan serta masa pemulihan. Masih pada tahun yang sama, tepatnya Maret 2022, Raja Salman kembali menjalani pemeriksaan medis yang disebut media pemerintah sebagai “berhasil”, termasuk penggantian baterai alat pacu jantung yang digunakan sang raja.
Sementara itu, pada 2020, Raja Salman menjalani operasi pengangkatan kantong empedu. Meski beberapa kali dirawat untuk keperluan medis, Istana Kerajaan secara konsisten menegaskan bahwa kondisi kesehatan Raja Salman tetap stabil dan tidak berdampak pada jalannya pemerintahan Arab Saudi.
Pernyataan terbaru Istana Kerajaan mengenai kepulangan Raja Salman dari rumah sakit kembali menegaskan sikap tersebut. Dengan menekankan bahwa hasil pemeriksaan bersifat “menenangkan”, pihak kerajaan berupaya memberikan kepastian kepada publik domestik maupun komunitas internasional bahwa stabilitas pemerintahan tetap terjaga.
Kabar ini juga menjadi penanda bahwa Raja Salman masih menjalani pemantauan kesehatan secara rutin, seiring bertambahnya usia, sekaligus mencerminkan pendekatan kerajaan dalam menjaga transparansi terbatas tanpa mengorbankan stabilitas nasional. []
Diyan Febriana Citra.

