Korban Kebakaran Pusat Perbelanjaan Karachi Bertambah Jadi 14 Orang

Korban Kebakaran Pusat Perbelanjaan Karachi Bertambah Jadi 14 Orang

Bagikan:

ISLAMABAD – Tragedi kebakaran hebat yang melanda sebuah pusat perbelanjaan di Karachi, Pakistan, terus menyisakan duka mendalam. Hingga Senin (19/01/2026) pagi waktu setempat, jumlah korban meninggal dunia akibat peristiwa tersebut dilaporkan meningkat menjadi 14 orang. Angka itu bertambah setelah tim penyelamat kembali menemukan sejumlah jenazah dalam operasi pencarian lanjutan di dalam bangunan yang hangus terbakar.

Kebakaran terjadi di Gul Plaza, sebuah pusat perbelanjaan bertingkat yang terletak di Jalan MA Jinnah, salah satu kawasan padat aktivitas ekonomi di kota pelabuhan Karachi. Gedung tersebut diketahui memiliki lebih dari 1.200 toko yang menjual berbagai jenis barang, mulai dari tekstil hingga perlengkapan rumah tangga. Api pertama kali dilaporkan muncul pada Sabtu (17/01/2026) malam dan dengan cepat membesar, melalap hampir seluruh bagian bangunan.

Upaya pemadaman berlangsung dalam waktu yang tidak singkat. Petugas pemadam kebakaran berjibaku selama lebih dari 24 jam sebelum akhirnya berhasil mengendalikan kobaran api pada Minggu (18/01/2026). Besarnya skala kebakaran, ditambah dengan struktur gedung yang kompleks, menjadi tantangan tersendiri bagi petugas di lapangan. Selama proses tersebut, otoritas setempat juga menyampaikan kekhawatiran bahwa masih ada orang yang terjebak di dalam gedung.

Seiring dengan api yang berhasil dipadamkan, operasi pencarian pun digencarkan. Wakil Inspektur Jenderal Polisi Distrik Selatan, Syed Asad Raza, mengungkapkan bahwa tim penyelamat menemukan tambahan jenazah dari dalam puing-puing bangunan yang terbakar. Ia menyampaikan bahwa delapan jenazah telah ditemukan sejak Minggu malam, sehingga total korban tewas kini mencapai 14 orang.

“Operasi penanganan kebakaran telah selesai. Proses pendinginan kini telah dimulai, bersamaan dengan pembersihan puing-puing di lokasi kejadian oleh Karachi Metropolitan Corporation, otoritas pemerintah kota tersebut, serta personel Angkatan Laut Pakistan,” ujar pihak kepolisian.

Proses pendinginan dan pembersihan dilakukan untuk memastikan tidak ada lagi titik api tersembunyi serta membuka akses bagi tim investigasi. Otoritas setempat menegaskan bahwa penyelidikan menyeluruh akan dilakukan guna mengungkap penyebab pasti kebakaran. Hingga saat ini, penyebab insiden tersebut belum dapat dipastikan secara resmi.

Penilaian awal mengindikasikan bahwa kebakaran kemungkinan dipicu oleh korsleting listrik. Namun, pihak berwenang menekankan bahwa dugaan tersebut masih bersifat sementara dan menunggu hasil penyelidikan lanjutan. Aparat terkait akan memeriksa sistem kelistrikan gedung, standar keselamatan bangunan, serta kepatuhan terhadap regulasi pencegahan kebakaran.

Sebelumnya, petugas penyelamatan menyebutkan bahwa pusat perbelanjaan Gul Plaza menyimpan banyak bahan mudah terbakar di dalam toko-tokonya. Kondisi tersebut diduga mempercepat penyebaran api dan menyulitkan proses pemadaman. Selain itu, kepadatan toko dan akses yang terbatas di dalam gedung turut menghambat upaya evakuasi korban.

Tragedi ini kembali menyoroti pentingnya penerapan standar keselamatan kebakaran di bangunan komersial, khususnya di kawasan padat penduduk. Pemerintah setempat diharapkan dapat melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem keamanan dan kesiapsiagaan bencana guna mencegah kejadian serupa terulang di masa mendatang. []

Diyan Febriana Citra.

Bagikan:
Internasional