Real Madrid Mengamuk, Monaco Dibantai 6-1 di Santiago Bernabeu

Real Madrid Mengamuk, Monaco Dibantai 6-1 di Santiago Bernabeu

Bagikan:

MADRID — Real Madrid menunjukkan perbedaan kelas dan efektivitas permainan saat menjamu AS Monaco pada laga pekan ketujuh Liga Champions 2025/2026. Bermain di hadapan publik sendiri di Estadio Santiago Bernabeu, Rabu (21/01/2026) dini hari WIB, Los Blancos meraih kemenangan telak dengan skor 6-1.

Meski hasil akhir memperlihatkan dominasi Real Madrid, jalannya pertandingan sejatinya berlangsung terbuka dan kompetitif. Kedua tim sama-sama menerapkan permainan menyerang dan tidak ragu saling menekan sejak menit awal. Total terdapat 45 percobaan tembakan ke arah gawang sepanjang 90 menit pertandingan, mencerminkan intensitas tinggi dari kedua kubu.

Namun, efektivitas menjadi pembeda utama. Real Madrid mampu memaksimalkan hampir setiap peluang berbahaya yang mereka ciptakan. Kendati kedua tim sama-sama mencatatkan enam tembakan tepat sasaran, Los Blancos sanggup mengonversi peluang tersebut menjadi gol secara klinis.

Kylian Mbappe tampil sebagai aktor utama pada babak pertama. Penyerang asal Prancis itu membuka keunggulan Real Madrid pada menit ke-5 lewat sepakan mendatar ke pojok kiri gawang setelah menerima umpan Federico Valverde di tepi kotak penalti. Gol tersebut membuat tempo permainan semakin meningkat.

Mbappe kembali mencatatkan namanya di papan skor pada menit ke-26. Kali ini, ia memanfaatkan umpan silang rendah dari Vinicius Junior untuk menaklukkan kiper Monaco dari jarak dekat. Gol ke gawang mantan klubnya itu menegaskan peran sentral Mbappe di lini depan Madrid, sekaligus menambah koleksi golnya menjadi 12 gol di Liga Champions musim ini.

Memasuki babak kedua, dominasi Real Madrid semakin terasa. Franco Mastantuono mencetak gol ketiga pada menit ke-51 setelah menerima umpan matang Vinicius Junior, yang sebelumnya melewati dua pemain lawan di sisi kotak penalti. Gol tersebut menjadi gol pertama Mastantuono di ajang Liga Champions dan menandai kontribusi penting pemain muda asal Argentina tersebut.

Empat menit berselang, keunggulan Madrid bertambah melalui gol bunuh diri Timo Kehrer. Bek AS Monaco itu terpaksa memasukkan bola ke gawangnya sendiri setelah mencoba menghalau umpan silang keras Vinicius Junior, yang kembali menjadi inisiator serangan.

Vinicius Junior akhirnya turut mencatatkan namanya di papan skor pada menit ke-63, menutup rangkaian kontribusinya dalam tiga gol sebelumnya. AS Monaco sempat memperkecil ketertinggalan melalui Jordan Teze pada menit ke-72, namun gol tersebut tidak cukup mengubah arah pertandingan.

Jude Bellingham memastikan kemenangan telak Real Madrid dengan gol keenam pada sepuluh menit terakhir pertandingan, memanfaatkan umpan Federico Valverde. Gol tersebut sekaligus menegaskan dominasi lini tengah Madrid sepanjang laga.

Atas performa impresifnya, Vinicius Junior dinobatkan sebagai Pemain Terbaik pertandingan. Kontribusinya bukan hanya dalam bentuk gol, tetapi juga kreativitas dan pergerakan yang terus merepotkan lini belakang Monaco.

Pelatih Real Madrid, Alvaro Arbeloa, mengaku puas dengan penampilan timnya. “Saya pikir ini adalah laga luar biasa, di stadion kami dengan para fans kami. Para pemain menikmati diri mereka,” ujarnya di Movistar. “Ada gol-gol hebat dan ini yang ingin kami lihat.”

Kemenangan besar ini memperkuat posisi Real Madrid di fase Liga Champions, sekaligus menjadi pesan tegas bahwa efektivitas dan kedalaman skuad mereka masih menjadi senjata utama di level tertinggi Eropa. []

Diyan Febriana Citra.

Bagikan:
Internasional