Pesawat yang Ditumpangi Trump Putar Balik ke AS akibat Gangguan Listrik

Pesawat yang Ditumpangi Trump Putar Balik ke AS akibat Gangguan Listrik

Bagikan:

WASHINGTON – Perjalanan Presiden Amerika Serikat Donald Trump menuju Swiss sempat mengalami gangguan teknis. Pesawat kepresidenan Air Force One (AF1) yang membawa Trump ke Davos terpaksa kembali ke Amerika Serikat tak lama setelah lepas landas pada Selasa (20/01/2026) malam waktu setempat. Keputusan tersebut diambil sebagai langkah pengamanan setelah awak pesawat mendeteksi adanya gangguan kelistrikan.

Gedung Putih menyebut permasalahan tersebut bersifat ringan, namun tetap ditangani secara serius mengingat standar keselamatan penerbangan presiden yang sangat ketat. Informasi mengenai insiden itu disampaikan secara resmi melalui akun Rapid Response Gedung Putih Trump di platform media sosial X.

“Setelah lepas landas, awak AF1 mengidentifikasi adanya masalah kelistrikan kecil. Sebagai langkah kehati-hatian, AF1 kembali ke Joint Base Andrews. Presiden dan tim akan naik pesawat lain dan melanjutkan perjalanan ke Swiss,” tulis akun Rapid Response Gedung Putih Trump di platform X.

Pesawat Air Force One diketahui lepas landas dari Joint Base Andrews, Maryland, dengan tujuan Davos, Swiss. Trump dijadwalkan menghadiri World Economic Forum (WEF), sebuah forum ekonomi global yang dihadiri oleh para pemimpin negara, pelaku bisnis, serta tokoh internasional dari berbagai sektor. Kegiatan tersebut menjadi salah satu agenda penting Trump dalam rangka memperkuat posisi Amerika Serikat di panggung ekonomi dunia.

Menurut sumber di lingkungan Gedung Putih, setelah pesawat kembali mendarat dengan aman, Presiden Trump dan rombongan segera dipindahkan ke pesawat pengganti. Pergantian armada dilakukan untuk memastikan perjalanan ke Eropa tetap berjalan sesuai rencana tanpa mengabaikan faktor keselamatan.

Insiden ini menegaskan bahwa protokol keamanan dan keselamatan penerbangan presiden Amerika Serikat diterapkan secara maksimal. Meski gangguan yang terjadi dikategorikan kecil, setiap potensi risiko tetap ditangani dengan prinsip kehati-hatian. Hal tersebut menjadi prosedur standar dalam setiap penerbangan kepresidenan, terutama untuk perjalanan jarak jauh lintas benua.

Sebelum bertolak ke Davos, Trump sempat menyampaikan pernyataannya kepada para wartawan yang meliput keberangkatannya. Ia mengungkapkan optimisme sekaligus rasa penasaran terhadap rangkaian agenda yang akan dijalaninya di Swiss.

“Ini akan menjadi perjalanan yang menarik. Saya tidak tahu apa yang akan terjadi, tetapi Anda terwakili dengan baik,” ujar Trump kepada wartawan.

Kehadiran Trump di World Economic Forum Davos menjadi perhatian karena forum tersebut kerap menjadi ajang pembahasan isu-isu strategis global, mulai dari ekonomi, geopolitik, perubahan iklim, hingga perkembangan teknologi. Partisipasi presiden Amerika Serikat diharapkan dapat memberikan sinyal arah kebijakan ekonomi dan diplomasi AS di tengah dinamika global yang terus berubah.

Hingga berita ini disusun, Gedung Putih memastikan tidak ada dampak signifikan terhadap agenda Presiden Trump di Davos. Seluruh jadwal pertemuan dan kehadiran dalam forum internasional tersebut diklaim tetap dapat dilaksanakan sesuai rencana setelah pergantian pesawat dilakukan.

Peristiwa kembalinya Air Force One ini sekaligus menjadi pengingat bahwa keselamatan penerbangan, khususnya bagi kepala negara, menjadi prioritas utama. Pemeriksaan teknis lanjutan terhadap pesawat dilakukan guna memastikan tidak ada gangguan serupa yang berpotensi menghambat penerbangan berikutnya. []

Diyan Febriana Citra.

Bagikan:
Internasional