Prabowo Langsung Gelar Ratas Evaluasi Program Strategis Usai Lawatan Eropa

Prabowo Langsung Gelar Ratas Evaluasi Program Strategis Usai Lawatan Eropa

Bagikan:

JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto menunjukkan komitmen kuat terhadap pengawasan program strategis nasional dengan segera memimpin rapat terbatas (ratas) setibanya kembali dari rangkaian kunjungan luar negeri. Rapat tersebut digelar di kediaman pribadinya di Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada Minggu (25/01/2026), dan berlangsung selama beberapa jam hingga malam hari.

Langkah cepat Presiden Prabowo ini mencerminkan prioritas tinggi pemerintah terhadap kesinambungan kebijakan nasional, terutama di tengah dinamika global dan tantangan domestik yang terus berkembang. Tanpa menunggu lama, rapat dilaksanakan dalam kurun waktu 1×24 jam setelah Presiden menyelesaikan lawatan kenegaraan ke Inggris, Swiss, dan Prancis.

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menjelaskan bahwa rapat tersebut difokuskan pada evaluasi serta pemantauan langsung terhadap pelaksanaan sejumlah program strategis yang menjadi agenda utama pemerintahan.

“Setibanya dari lawatan luar negeri, Presiden Prabowo ingin mengecek perkembangan beberapa program strategis dari pejabat terkait,” ujar Teddy dalam siaran resminya, Minggu (25/01/2026) malam.

Rapat terbatas ini dihadiri oleh jajaran menteri koordinator, menteri teknis, serta pejabat tinggi negara yang membidangi sektor-sektor krusial. Hadir dalam pertemuan tersebut antara lain Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto, serta Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.

Selain itu, sektor pertahanan dan keamanan juga mendapat perhatian khusus dengan kehadiran Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto serta Jaksa Agung ST Burhanuddin. Kehadiran lintas sektor ini menunjukkan pendekatan terpadu pemerintah dalam memastikan setiap program berjalan sesuai dengan target dan kebijakan nasional.

Dalam rapat tersebut, Presiden menerima paparan komprehensif dari masing-masing kementerian. Menko Pangan melaporkan perkembangan pembangunan Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih yang menjadi salah satu program unggulan dalam memperkuat ekonomi kerakyatan. Sementara itu, Menteri ESDM memaparkan kondisi terkini sektor energi, termasuk isu minyak dan gas bumi yang memiliki dampak langsung terhadap stabilitas ekonomi nasional.

Di bidang pendidikan tinggi, Mendiktisaintek menyampaikan laporan terkait penguatan kerja sama internasional dan peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui perguruan tinggi. Menteri Keuangan turut memberikan gambaran situasi sektor keuangan dan perbankan nasional, termasuk langkah-langkah antisipatif menghadapi ketidakpastian ekonomi global.

Sektor pertahanan juga tidak luput dari pembahasan. Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin bersama Panglima TNI memaparkan kesiapan serta strategi pertahanan negara, sejalan dengan visi Presiden dalam menjaga kedaulatan dan stabilitas nasional.

Dokumentasi resmi yang dirilis Sekretariat Presiden memperlihatkan rapat berlangsung dalam suasana serius namun kondusif. Presiden Prabowo tampak memimpin langsung diskusi dengan format meja bundar, dikelilingi para menteri dan pejabat tinggi negara, mencerminkan gaya kepemimpinan yang menekankan koordinasi dan dialog langsung.

Rapat terbatas ini menegaskan pendekatan Presiden Prabowo yang responsif dan berorientasi pada hasil, sekaligus menjadi sinyal bahwa evaluasi berkala terhadap program strategis akan terus dilakukan guna memastikan manfaat nyata bagi masyarakat. []

Diyan Febriana Citra.

Bagikan:
Hotnews Nasional