Remaja Hanyut di Kali Ciliwung Ditemukan Meninggal di Kalijodo

Remaja Hanyut di Kali Ciliwung Ditemukan Meninggal di Kalijodo

Bagikan:

JAKARTA — Operasi pencarian remaja berinisial EF (19) yang dilaporkan hanyut di aliran Kali Ciliwung akhirnya berakhir pada Senin (26/01/2026). Setelah dua hari dilakukan pencarian intensif oleh tim gabungan, korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di kawasan Kalijodo, Jakarta Utara. Penemuan tersebut menandai berakhirnya upaya pencarian yang melibatkan berbagai unsur penyelamatan di wilayah DKI Jakarta.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Jakarta, Desiana Kartika Bahari, menjelaskan bahwa jasad EF ditemukan cukup jauh dari titik awal korban dilaporkan hanyut.

“Korban atas nama EF (19) ditemukan sekitar pukul 09.30 WIB dalam posisi terlentang di bawah Jembatan Kalijodo dengan jarak sekitar 13 KM dari lokasi kejadian,” ungkap Desiana Kartika saat dikonfirmasi, Senin (26/01/2026).

Setelah ditemukan, jenazah korban langsung dievakuasi dan dibawa ke rumah duka di wilayah Jakarta Timur untuk diserahkan kepada pihak keluarga. Dengan ditemukannya korban, operasi SAR resmi dihentikan dan seluruh unsur yang terlibat dikembalikan ke satuan masing-masing.

Desiana menjelaskan, selama proses pencarian, tim SAR menggunakan berbagai metode untuk meningkatkan peluang menemukan korban.

“Penyisiran aliran sungai yang difokuskan pada tumpukan sampah dari lokasi kejadian hingga Banjir Kanal Barat dengan jarak yang sama, serta pemantauan visual melalui jalur darat sejauh 12 KM,” ungkapnya. Metode tersebut dipilih karena kondisi Kali Ciliwung yang dipenuhi material sampah dan memiliki arus yang cukup deras, terutama setelah hujan.

Operasi pencarian melibatkan unsur gabungan dari Kantor Pencarian dan Pertolongan Jakarta, BPBD Jakarta Selatan, serta Dinas Pemadam Kebakaran Jakarta Selatan. Sejumlah perahu karet dikerahkan untuk menyisir aliran sungai, sementara personel lainnya melakukan pemantauan dari jalur darat di sepanjang bantaran kali.

Sebelumnya, EF dilaporkan hanyut pada Sabtu (24/01/2026) sekitar pukul 13.30 WIB di kawasan Gang Ambon, Kampung Melayu, Jakarta Timur. Kasatgas BPBD Jakarta Timur, Ali Kojin, menyebut korban hanyut saat berenang bersama teman-temannya.

“Berdasarkan keterangan saksi yang juga teman korban, saat itu korban sedang bersama enam orang teman lainnya,” ujar Ali.

Menurut Ali, derasnya arus Kali Ciliwung saat kejadian menjadi faktor utama korban terseret dan akhirnya tenggelam. Pada hari pertama pencarian, tim SAR melakukan penyisiran visual dari darat serta menggunakan perahu hingga Pintu Air Manggarai.

“Pada hari pertama, kami sudah melakukan pencarian menggunakan dua unit perahu LCR dari Damkar sampai ke Pintu Air Manggarai, namun korban belum ditemukan,” kata Ali.

Pencarian kemudian dilanjutkan pada hari kedua dengan memperluas area hingga wilayah Jakarta Barat. “Hari ini masuk pencarian hari kedua. Kami mengerahkan lima perahu karet untuk menyisir dari titik lokasi kejadian sampai dengan Season City, Jakarta Barat,” ujar dia.

Peristiwa ini kembali menjadi pengingat akan risiko beraktivitas di aliran sungai, terutama saat kondisi cuaca tidak menentu dan debit air meningkat. Aparat mengimbau masyarakat, khususnya anak-anak dan remaja, untuk tidak berenang di sungai demi menghindari kejadian serupa. []

Diyan Febriana Citra.

Bagikan:
Kasus Nasional