Reza Arap Diperiksa Polisi Terkait Kematian Lula Lahfah, Dicecar 30 Pertanyaan

Reza Arap Diperiksa Polisi Terkait Kematian Lula Lahfah, Dicecar 30 Pertanyaan

Bagikan:

JAKARTA – Kepolisian terus mendalami penyebab meninggalnya Lula Lahfah yang ditemukan tak bernyawa di sebuah apartemen kawasan Jakarta Selatan. Dalam rangka pengumpulan keterangan, aparat telah memeriksa sejumlah pihak yang dinilai mengetahui atau berada di sekitar peristiwa tersebut, termasuk kekasih korban, Reza Arap.

Reza Arap memenuhi panggilan penyidik Polres Metro Jakarta Selatan dan menjalani pemeriksaan pada Senin (26/01/2026) malam hingga Selasa (27/01/2026) dini hari. Pemeriksaan tersebut berlangsung cukup lama, sebagai bagian dari proses klarifikasi menyeluruh yang dilakukan penyidik guna memastikan kronologi peristiwa secara utuh.

Wakil Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Jakarta Selatan, Komisaris Polisi Dwi Manggala Yudha, membenarkan adanya pemeriksaan terhadap Reza Arap. Ia menyebut, pemeriksaan dilakukan hampir lima jam.

“Diperiksa tadi malam pukul 23.00 sampai 03.45,” kata Dwi saat dikonfirmasi melalui pesan singkat, Selasa (27/01/2026).

Dalam proses tersebut, penyidik menggali keterangan Reza Arap terkait berbagai aspek peristiwa meninggalnya Lula Lahfah. Menurut Dwi, terdapat puluhan pertanyaan yang diajukan kepada personel grup musik Weird Genius tersebut.

“Dengan 30 pertanyaan,” tutur Dwi.

Meski demikian, pihak kepolisian belum membeberkan secara rinci materi pertanyaan maupun hasil pemeriksaan yang telah dilakukan. Hal itu dilakukan untuk menjaga proses penyelidikan tetap objektif dan tidak menimbulkan spekulasi di tengah masyarakat.

Sebelumnya, Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Selatan Ajun Komisaris Besar Polisi Iskandarsyah mengungkapkan bahwa berdasarkan keterangan awal, Reza Arap diduga berada di tempat kejadian perkara (TKP) saat Lula Lahfah ditemukan meninggal dunia.

“Sampai saat ini dugaan untuk pacarnya ada dari keterangan bahwa ada di TKP,” kata Iskandarsyah di kantornya beberapa waktu lalu.

Selain memeriksa saksi-saksi, penyidik juga telah mengamankan sejumlah barang bukti dari lokasi kejadian. Salah satu barang bukti penting yang diamankan adalah rekaman kamera pengawas atau CCTV di sekitar area apartemen. Namun, kepolisian masih belum mengungkap detail temuan tersebut karena seluruh barang bukti sedang menjalani pemeriksaan lanjutan di Laboratorium Forensik (Labfor).

“Ada beberapa barang bukti yang nanti kami akan siapkan press conference yang lebih lanjut terkait barang bukti tersebut. Karena barang bukti tersebut harus kita laksanakan uji labfor,” ujar Iskandarsyah.

Peristiwa meninggalnya Lula Lahfah sendiri diketahui terjadi pada Jumat (23/01/2026) malam. Korban ditemukan di dalam kamar apartemen setelah sebelumnya tidak memberikan respons sejak pagi hari. Kecurigaan bermula ketika asisten rumah tangga (ART) yang biasa beraktivitas di lokasi tersebut tidak mendapat jawaban saat mencoba menghubungi korban.

Merasa ada kejanggalan, ART kemudian melaporkan kondisi tersebut kepada petugas keamanan apartemen. Setelah itu, pintu kamar korban dibuka secara paksa oleh teknisi apartemen sekitar pukul 17.50 WIB. Saat pintu berhasil dibuka, Lula Lahfah ditemukan dalam kondisi sudah tidak bernyawa.

Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, polisi menyatakan tidak menemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Selain itu, penyidik juga menemukan adanya riwayat penyakit yang tergolong serius pada diri Lula Lahfah. Meski demikian, penyelidikan tetap dilanjutkan untuk memastikan penyebab kematian secara pasti.

Jenazah Lula Lahfah telah dimakamkan pada Sabtu (24/01/2026) di TPU Rawa Terate, Jakarta, dengan dihadiri keluarga, kerabat, serta sejumlah rekan dekat, termasuk Reza Arap. []

Diyan Febriana Citra.

Bagikan:
Kasus Nasional