JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan melakukan perombakan susunan Kabinet Merah Putih melalui pelantikan sejumlah pejabat negara yang akan digelar pada Rabu (28/01/2026) siang. Agenda tersebut menandai langkah evaluasi lanjutan pemerintah terhadap kinerja kabinet di awal masa pemerintahan.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, pelantikan pejabat direncanakan berlangsung di Istana Kepresidenan Jakarta pada pukul 13.00 WIB. Namun hingga menjelang waktu pelaksanaan, belum ada keterangan resmi mengenai nama-nama menteri atau wakil menteri yang akan dilantik maupun diganti dalam reshuffle kali ini.
Ketidakpastian terkait daftar pejabat yang akan dilantik memunculkan berbagai spekulasi di kalangan publik dan pengamat politik. Sejumlah pihak menilai reshuffle ini menjadi bagian dari upaya Presiden Prabowo untuk memperkuat soliditas kabinet serta meningkatkan efektivitas pelaksanaan program-program prioritas nasional.
Salah satu posisi yang menjadi sorotan adalah kursi Wakil Menteri Keuangan yang saat ini masih kosong. Jabatan tersebut ditinggalkan Thomas Djiwandono setelah ia resmi dilantik dan disahkan sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia. Kekosongan posisi strategis di sektor keuangan ini dinilai perlu segera diisi guna menjaga kesinambungan kebijakan fiskal dan koordinasi antarlembaga.
Selain Wakil Menteri Keuangan, belum dapat dipastikan apakah reshuffle kali ini juga akan menyentuh kementerian lain atau bahkan lembaga nonkementerian. Sumber-sumber internal menyebutkan bahwa Presiden memiliki kewenangan penuh untuk menentukan komposisi kabinet sesuai kebutuhan pemerintahan dan dinamika nasional yang berkembang.
Pantauan di lingkungan Istana Kepresidenan Jakarta menunjukkan aktivitas persiapan yang masih terbatas. Hingga pagi hari, belum terlihat kehadiran para pejabat tinggi negara yang biasanya menghadiri agenda pelantikan. Meski demikian, sejumlah petugas terlihat membawa masuk rangkaian bunga ke area Istana Negara, yang mengindikasikan adanya kegiatan resmi kenegaraan.
Langkah reshuffle ini dipandang sebagai sinyal bahwa Presiden Prabowo serius melakukan evaluasi internal sejak dini. Pemerintah diharapkan dapat bergerak cepat menyesuaikan struktur kabinet agar sejalan dengan target pembangunan, stabilitas ekonomi, serta agenda reformasi birokrasi yang tengah dijalankan.
Sejumlah pengamat menilai reshuffle kabinet bukan semata-mata pergantian figur, melainkan juga penyesuaian strategi pemerintahan. Dengan tantangan global dan domestik yang terus berkembang, kabinet dinilai perlu diisi oleh figur-figur yang memiliki kapasitas, integritas, dan kemampuan koordinasi yang kuat.
Di sisi lain, publik menanti kejelasan dari Istana terkait arah perombakan kabinet ini. Transparansi dalam proses reshuffle dianggap penting untuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap pemerintahan baru, sekaligus memastikan bahwa setiap keputusan yang diambil berorientasi pada kepentingan nasional.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Istana Kepresidenan belum mengeluarkan pernyataan resmi mengenai detail pelantikan maupun komposisi pejabat yang akan dilantik. Pemerintah diharapkan segera memberikan penjelasan guna meredam spekulasi dan memastikan informasi yang beredar tetap akurat serta berimbang. []
Diyan Febriana Citra.

