JAKARTA – Aktivitas lalu lintas di kawasan Cilincing, Jakarta Utara, terganggu setelah sebuah truk kontainer mengalami kecelakaan dan terguling di Jalan Inspeksi Kirana, Jumat (30/01/2026) pagi. Insiden tersebut menyebabkan akses kendaraan dari arah Cilincing menuju Cakung tersendat dan menimbulkan kemacetan cukup panjang pada jam sibuk pagi hari.
Informasi mengenai kejadian ini pertama kali menyebar melalui media sosial. Dalam sebuah video yang diunggah akun Instagram @jabodetabek24info, terlihat truk kontainer berwarna kuning dalam posisi melintang dan menutup sebagian besar badan jalan. Kontainer tampak mengalami kerusakan, sementara bagian depan kendaraan terlihat pecah, termasuk kaca depan truk yang hancur akibat benturan.
Dampak kecelakaan ini tidak hanya dirasakan oleh kendaraan roda empat, tetapi juga pengendara sepeda motor. Sejumlah pengendara terpaksa naik ke trotoar demi menghindari kemacetan dan mencari jalur alternatif agar tetap bisa melanjutkan perjalanan. Kondisi tersebut memicu kepadatan lalu lintas yang cukup signifikan, khususnya pada ruas jalan yang menghubungkan kawasan industri dan pelabuhan dengan wilayah permukiman.
Kepala Suku Dinas Perhubungan (Dishub) Jakarta Utara, Rudy Saptari, membenarkan adanya kecelakaan tersebut dan memastikan bahwa kondisi di lokasi sempat menimbulkan kemacetan.
“Ya betul (macet), setelah turunan KBN Cakung dari arah Cilincing menuju Cakung,” kata Rudy saat dikonfirmasi Kompas.com, Jumat.
Rudy menjelaskan bahwa pihak Dishub langsung melakukan langkah penanganan dengan menurunkan petugas ke lokasi kejadian. Proses evakuasi kendaraan telah dimulai sejak pagi, meskipun tidak bisa dilakukan secara cepat karena kondisi kontainer yang cukup besar dan berat.
“Petugas sedang melakukan penanganan. Derek sudah dikirim,” jelasnya.
Namun, proses evakuasi belum bisa dilakukan secara maksimal. Menurut Rudy, diperlukan alat berat dengan kapasitas lebih besar untuk menggeser dan mengangkat kontainer yang menutup badan jalan.
“Belum maksimal, perlu crane besar untuk geser kontainer,” ungkap Rudy.
Hingga laporan ini disusun, belum ada keterangan resmi mengenai penyebab pasti kecelakaan tersebut. Aparat terkait juga belum menyampaikan apakah terdapat unsur kelalaian pengemudi, faktor teknis kendaraan, maupun kondisi jalan yang berkontribusi terhadap insiden itu. Selain itu, belum diberlakukan skema rekayasa lalu lintas khusus di lokasi kejadian, meskipun arus kendaraan masih tersendat akibat proses evakuasi yang berlangsung.
Situasi ini menunjukkan tingginya kerentanan lalu lintas di jalur padat kendaraan logistik, khususnya di wilayah Jakarta Utara yang menjadi salah satu pusat aktivitas distribusi barang. Keberadaan truk kontainer dengan dimensi besar di ruas jalan perkotaan memang kerap menimbulkan risiko kecelakaan, terlebih pada jam-jam padat kendaraan.
Masyarakat pengguna jalan diimbau untuk lebih berhati-hati dan mempertimbangkan jalur alternatif selama proses evakuasi berlangsung. Aparat Dishub bersama kepolisian juga terus memantau situasi guna memastikan arus lalu lintas dapat kembali normal secepat mungkin setelah kontainer berhasil dipindahkan dari badan jalan. []
Diyan Febriana Citra.

