Ada 2 Aksi Demo di Jakarta Pusat, Warga Diminta Antisipasi Macet

Ada 2 Aksi Demo di Jakarta Pusat, Warga Diminta Antisipasi Macet

Bagikan:

JAKARTA – Aktivitas masyarakat di sejumlah kawasan strategis Jakarta Pusat pada Selasa (03/02/2026) berpotensi terdampak oleh rencana aksi demonstrasi yang akan berlangsung di dua titik vital. Aparat kepolisian mengingatkan warga agar mewaspadai kepadatan lalu lintas dan melakukan penyesuaian rute perjalanan, terutama bagi pengguna jalan yang melintas di kawasan Gambir dan Senayan.

Aksi penyampaian pendapat tersebut melibatkan elemen mahasiswa serta sejumlah kelompok massa lainnya yang dijadwalkan mulai sejak pagi hari. Kepolisian menilai bahwa dua lokasi tersebut merupakan kawasan dengan tingkat mobilitas tinggi, sehingga konsentrasi massa berpotensi menimbulkan perlambatan arus kendaraan dan gangguan aktivitas publik.

Kasi Humas Polres Metro Jakarta Pusat, Iptu Erlyn Sumantri, menjelaskan bahwa titik awal kegiatan demonstrasi berada di wilayah Gambir, dengan pusat konsentrasi massa di sekitar Pos Polisi Merdeka Barat. Aksi tersebut diperkirakan akan berlangsung sejak pukul 09.00 WIB, diawali dengan apel pengamanan aparat.

“Apel pengamanan aksi unjuk rasa dari HMI Cabang Jaksel Koordinator Komisariat Universitas Nasional dan beberapa elemen massa di wilayah Gambir. Tempat (titik kumpul) di Pos Polisi Merdeka Barat, pukul 09.00 WIB,” ujar Iptu Erlyn Sumantri dalam keterangan tertulisnya, Selasa.

Selain di Gambir, pergerakan massa juga direncanakan menuju kawasan Senayan, tepatnya di sekitar Gedung DPR RI. Lokasi ini juga dikenal sebagai salah satu pusat aktivitas nasional yang kerap menjadi tujuan aksi penyampaian pendapat. Kepolisian telah memetakan potensi kerawanan lalu lintas dan penumpukan kendaraan di ruas-ruas jalan utama yang mengarah ke kawasan tersebut.

“Pukul 09.00 WIB apel pengamanan aksi unjuk rasa dari HMI Cabang Jaksel Koordinator Komisariat Universitas Nasional. Tempat di DPR/MPR RI,” lanjut Erlyn.

Untuk menjaga situasi tetap aman dan kondusif, aparat gabungan dari berbagai unsur keamanan dikerahkan di dua lokasi tersebut. Personel ini tidak hanya bertugas mengawal jalannya demonstrasi, tetapi juga mengatur arus lalu lintas dan mengantisipasi potensi gangguan ketertiban umum. Kepolisian menegaskan bahwa pengamanan dilakukan sebagai bentuk perlindungan terhadap hak menyampaikan pendapat di muka umum sekaligus menjaga kenyamanan masyarakat luas.

“603 personel gabungan Polda, Polres, Polsek jajaran, pelayanan unjuk rasa wilayah Jakarta Pusat dikerahkan,” ucap dia.

Selain fokus pada pengamanan, kepolisian juga menaruh perhatian besar pada aspek kelancaran lalu lintas. Warga yang memiliki kepentingan di sekitar lokasi aksi diimbau untuk mengatur waktu perjalanan dan memilih jalur alternatif guna menghindari potensi kemacetan. Imbauan ini terutama ditujukan kepada pekerja, pelajar, serta masyarakat yang memiliki aktivitas rutin di kawasan pusat pemerintahan dan perkantoran.

“Warga diimbau agar bisa mencari jalan alternatif lain selama unjuk rasa berjalan,” tutur Erlyn.

Langkah antisipasi ini diambil mengingat pengalaman sebelumnya, di mana aksi unjuk rasa di titik-titik strategis Jakarta Pusat kerap memicu penumpukan kendaraan dan perlambatan arus lalu lintas dalam waktu cukup lama. Dengan adanya pengaturan sejak dini, diharapkan kegiatan demonstrasi dapat berlangsung tertib tanpa mengganggu aktivitas publik secara signifikan.

Pihak kepolisian juga menegaskan komitmennya untuk mengedepankan pendekatan persuasif dalam pengamanan, dengan mengutamakan dialog dan koordinasi bersama koordinator lapangan aksi. Upaya ini dilakukan agar penyampaian aspirasi dapat berjalan damai, tertib, serta tidak menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.

Dengan adanya dua titik aksi dalam satu hari, warga Jakarta diharapkan lebih waspada terhadap kondisi lalu lintas dan mengikuti informasi resmi dari pihak kepolisian. Pengaturan perjalanan, pemilihan rute alternatif, serta pengelolaan waktu menjadi langkah penting agar aktivitas sehari-hari tetap berjalan lancar di tengah dinamika aksi demonstrasi yang berlangsung di pusat ibu kota. []

Diyan Febriana Citra.

Bagikan:
Hotnews Nasional