JAKARTA – Agenda silaturahmi politik antara Presiden RI Prabowo Subianto dan jajaran Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menjadi salah satu momentum penting konsolidasi politik nasional pascapelantikan struktur kepengurusan baru PKB. Presiden dijadwalkan menerima Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar (Cak Imin) bersama sejumlah pengurus pusat dan daerah di Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (04/02/2026).
Pertemuan tersebut merupakan rangkaian kegiatan pascapelantikan jajaran Dewan Pengurus Pusat (DPP) dan Dewan Pengurus Wilayah (DPW) PKB se-Indonesia yang digelar sehari sebelumnya. Dalam agenda ini, PKB menempatkan silaturahmi dengan Presiden sebagai langkah simbolik sekaligus strategis untuk memperkuat komunikasi politik antara partai dan pemerintah.
Bendahara Umum PKB Bambang Susanto memastikan agenda tersebut akan berlangsung pada siang hari.
“Iya, mas (pengurus PKB akan bertemu Prabowo), jam 12.30 WIB,” ujar Bambang Susanto kepada Kompas.com, Rabu (04/02/2026). Ia menegaskan bahwa pertemuan itu bersifat silaturahmi dan menjadi ajang perkenalan jajaran pengurus baru PKB dengan Presiden RI.
Bambang menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari silaturahmi resmi antara struktur pusat dan daerah PKB yang baru dilantik dengan kepala negara.
“Silaturahmi jajaran DPP PKB dan DPW se-Indonesia yang baru dilantik dengan Presiden,” ujar Bambang. Dengan demikian, pertemuan ini tidak hanya bernuansa politik, tetapi juga mengandung makna kelembagaan dan etika kenegaraan.
Namun demikian, keterbatasan teknis membuat tidak seluruh pengurus PKB dapat hadir dalam pertemuan tersebut.
“Tidak semua bisa ikut karena dibatasi hanya 35 orang,” kata Bambang. Pembatasan jumlah peserta dilakukan demi efektivitas pertemuan dan protokol kenegaraan di lingkungan Istana Kepresidenan.
Agenda silaturahmi ini juga tidak dapat dilepaskan dari dinamika internal PKB yang baru saja menyelesaikan proses restrukturisasi kepengurusan. Pada Selasa malam (03/02/2026), Cak Imin melantik 190 jajaran DPW PKB se-Indonesia. Dalam pelantikan tersebut, Cak Imin menegaskan bahwa tugas pengurus partai tidak sebatas target elektoral semata.
“Pengurus baru ini ditugasi oleh partai bukan sekadar untuk memenangkan pemilu, tetapi melahirkan pemimpin-pemimpin legislatif dan eksekutif yang andal,” ujar Cak Imin usai pelantikan di Kawasan Pecenongan, Jakarta, Selasa malam.
Selain fokus pada regenerasi kepemimpinan, Cak Imin juga menekankan pentingnya fungsi pengawasan dan pelayanan publik. Ia mendorong DPW di daerah agar aktif mengawasi kinerja wakil rakyat dari PKB, baik di tingkat pusat maupun daerah.
“Termasuk mengelola, mengontrol, mengawasi seluruh DPR RI, DPRD di dapil masing-masing supaya sesuai dengan tujuan dan target PKB sehingga tugasnya berat, mengelola PKB sekaligus mengurusi dan melayani masyarakat,” tutur Cak Imin.
Dalam konteks tersebut, pertemuan dengan Presiden Prabowo dipandang sebagai simbol penguatan relasi kelembagaan antara partai politik dan pemerintah. Silaturahmi ini juga menjadi ruang komunikasi politik yang mencerminkan upaya PKB untuk menempatkan diri sebagai mitra strategis pemerintah dalam pembangunan nasional, tanpa kehilangan fungsi kontrol dan representasi kepentingan rakyat.
Cak Imin juga mengingatkan pentingnya menjaga basis dukungan di daerah melalui kerja nyata dan pelayanan publik. “Dengan cara apa? Dengan cara tiada hari tanpa pengabdian, tiada hari tanpa pelayanan kepada masyarakat, sehingga kita sangat yakin dengan semangat melayani, mengabdi, dan memberikan bantuan kepada yang membutuhkan maka PKB akan terus diterima dan dicintai masyarakat,” kata Cak Imin.
Pertemuan di Istana Kepresidenan ini pun menjadi simbol awal relasi politik yang lebih intens antara PKB dan pemerintahan Prabowo Subianto dalam periode kepemimpinan nasional yang baru. []
Diyan Febriana Citra.

