JAKARTA – Peristiwa kecelakaan lalu lintas kembali merenggut nyawa generasi muda di Ibu Kota. Seorang pengemudi ojek dalam jaringan (ojol), Muhammad Chesta Adabi (19), meninggal dunia setelah terlibat kecelakaan fatal di Jalan KH. Taisyir, kawasan Palmerah, Jakarta Barat, pada Selasa (10/02/2026) malam. Insiden tersebut menambah daftar panjang korban kecelakaan lalu lintas di wilayah perkotaan yang padat aktivitas kendaraan, khususnya pada jam-jam malam hari.
Kecelakaan terjadi sekitar pukul 21.30 WIB, saat arus lalu lintas masih cukup ramai. Berdasarkan keterangan kepolisian, peristiwa bermula ketika korban melaju dari arah utara menuju selatan dengan mengendarai sepeda motor bernomor polisi B-3989-VTA. Dalam perjalanan tersebut, korban diduga kehilangan kendali atas kendaraannya hingga akhirnya terjatuh ke sisi kanan jalan.
Kepala Unit Penegakan Hukum (Kanit Gakkum) Satlantas Polres Metro Jakarta Barat, AKP Joko Siswanto, menjelaskan bahwa kecelakaan dipicu oleh hilangnya kendali kendaraan yang dikendarai korban.
“(Korban) Tidak bisa mengendalikan laju kendaraan sehingga jatuh ke kanan, kemudian tertabrak sepeda motor (lain),” ujar Joko.
Ia menambahkan, lokasi kejadian berada di sekitar Kompleks Migas III, Palmerah, Jakarta Barat, yang dikenal sebagai kawasan dengan lalu lintas cukup padat, terutama pada malam hari.
“Setibanya di dekat Kompleks Migas III, Palmerah, Jakarta Barat, korban tidak bisa mengendalikan laju motornya sehingga jatuh ke kanan,” kata Joko.
Setelah terjatuh, korban kemudian tertabrak sepeda motor lain yang melaju dari arah berlawanan. Hingga kini, identitas pengendara dan nomor registrasi kendaraan yang menabrak korban masih dalam proses penyelidikan oleh pihak kepolisian.
“Sehingga terjadi kecelakaan lalu lintas, berakibat korban mengalami luka pada bagian kepala, robek, mengeluarkan darah hingga meninggal dunia di TKP (tempat kejadian perkara),” ucap Joko.
Benturan keras tersebut menyebabkan korban mengalami luka serius di bagian kepala yang mengakibatkan pendarahan hebat. Korban dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian sebelum sempat mendapatkan pertolongan medis. Petugas kepolisian yang datang ke lokasi segera melakukan pengamanan tempat kejadian perkara, mengatur arus lalu lintas, serta mengumpulkan keterangan saksi di sekitar lokasi.
Jenazah Muhammad Chesta Adabi kemudian dievakuasi ke RSUD Kabupaten Tangerang untuk keperluan identifikasi dan penanganan lebih lanjut. Pihak kepolisian juga masih melakukan pendalaman terkait kronologi kecelakaan, termasuk menelusuri keberadaan pengendara sepeda motor lain yang terlibat dalam insiden tersebut.
Peristiwa ini menjadi pengingat akan tingginya risiko yang dihadapi para pengemudi transportasi daring di jalan raya, terutama pada malam hari dengan kondisi lalu lintas yang tidak selalu stabil. Selain faktor kepadatan kendaraan, kondisi fisik pengendara, kelelahan, serta situasi jalan juga menjadi aspek penting yang berpengaruh terhadap keselamatan berkendara.
Kepolisian mengimbau seluruh pengguna jalan, khususnya pengendara sepeda motor, agar selalu mengutamakan keselamatan, menjaga kecepatan, serta memastikan kondisi fisik dan kendaraan dalam keadaan prima sebelum berkendara. Kepatuhan terhadap aturan lalu lintas dan kewaspadaan tinggi dinilai menjadi kunci utama untuk menekan angka kecelakaan di wilayah perkotaan yang padat mobilitas. []
Diyan Febriana Citra.

