JAKARTA – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, kembali menegaskan posisi Indonesia bersama delapan negara mayoritas muslim dalam mendukung solusi dua negara sebagai jalan paling realistis dan berkelanjutan untuk mengakhiri konflik Palestina–Israel, khususnya bagi rakyat Palestina di Jalur Gaza. Sikap tersebut disampaikan Presiden usai menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Board of Peace (BoP) yang digelar di Washington DC, Amerika Serikat.
Dalam keterangannya kepada awak media, Presiden Prabowo menyampaikan bahwa dukungan terhadap solusi dua negara bukan sekadar pernyataan politik, melainkan komitmen bersama yang ditegaskan oleh negara-negara muslim yang terlibat langsung dalam inisiatif Dewan Perdamaian Gaza. Menurutnya, hanya melalui solusi tersebut perdamaian jangka panjang dapat terwujud secara adil.
“Kami tentunya berkomitmen ya, tadi beberapa negara muslim, semua menegaskan komitmen kami untuk benar-benar mencapai perdamaian abadi, dan satu-satunya (jalan menuju) perdamaian abadi dalam beberapa pernyataan sikap kelompok delapan negara-negara muslim yang diundang pertama kali untuk melaksanakan atau ikut dalam usaha Board of Peace ini bagi kami, solusi yang riil dan abadi adalah solusi dua negara,” kata Presiden Prabowo menjawab pertanyaan wartawan setelah acara KTT Board of Peace di Washington DC, Amerika Serikat, Kamis (19/02/2026) siang waktu setempat.
Presiden Prabowo hadir dalam KTT Board of Peace perdana bersama sejumlah pemimpin negara muslim lainnya. Pertemuan tersebut digelar di Donald J. Trump Institute of Peace, Washington DC, dan dipimpin langsung oleh Presiden Amerika Serikat, Donald J. Trump, selaku tuan rumah sekaligus penggagas forum Dewan Perdamaian tersebut.
KTT yang berlangsung selama sekitar tiga jam itu diisi dengan sesi penyampaian pandangan dan pernyataan sikap dari seluruh pemimpin dan perwakilan negara anggota. Presiden Prabowo menjadi salah satu kepala negara yang menyampaikan pandangan Indonesia mengenai pentingnya konsistensi komunitas internasional dalam menjaga momentum perdamaian pascagencatan senjata di Gaza.
Presiden menilai pertemuan puncak BoP berjalan konstruktif dan menunjukkan sinyal positif. Ia menyoroti adanya laporan kemajuan dalam pemulihan kehidupan warga Gaza, terutama setelah gencatan senjata diberlakukan. Selain itu, forum juga membahas secara rinci rencana pemulihan jangka menengah dan panjang yang akan dijalankan Board of Peace.
“Alhamdulilah, tadi berjalan dengan baik, lancar. Kita lihat kemajuan-kemajuan yang sudah dicapai. Saya kira aliran bantuan makan, bantuan kebutuhan rakyat Gaza saya kira tertinggi selama beberapa tahun. Jadi, makan cukup, kebutuhan-kebutuhan lain mengalir deras. Kemudian, kita lihat rencana-rencana ke depan, nampaknya sangat serius tadi. Kita bertekad untuk ini berhasil, karena ini memberi harapan perdamaian ya,” ujar Presiden Prabowo.
Meski demikian, Presiden tidak menutup mata terhadap tantangan besar yang masih membayangi proses pemulihan dan perdamaian di Gaza. Dalam forum tersebut, ia mengingatkan bahwa jalan menuju perdamaian tidak akan mudah dan membutuhkan komitmen kuat dari seluruh pihak.
“Tadi dalam pernyataan singkat saya, saya juga ingatkan banyak kesulitan di depan, banyak hambatan, tantangan, obstacles, tetapi kita harus bertekad untuk mencapai keberhasilan demi rakyat Palestina,” kata Presiden Prabowo.
Presiden juga mengajak semua negara anggota Board of Peace untuk tetap waspada terhadap pihak-pihak yang berpotensi menghambat upaya perdamaian. Ia menilai selalu ada kelompok yang tidak menginginkan penyelesaian konflik secara menyeluruh.
“Tentunya, kita harus waspada kelompok-kelompok yang selalu ingin menggagalkan penyelesaian menyeluruh pasti ada dari semua pihak,” ujar Presiden.
Di akhir pernyataannya, Presiden Prabowo menyampaikan optimisme bahwa kerja kolektif Board of Peace dapat membawa perubahan nyata bagi kehidupan rakyat Gaza di masa depan.
“Masa depan, rakyat (Palestina di Gaza, red.) akan jauh lebih baik,” ujar Prabowo. []
Diyan Febriana Citra.

