Surya Paloh: Wacana Prabowo Dua Periode Masih Dipikirkan

Surya Paloh: Wacana Prabowo Dua Periode Masih Dipikirkan

Bagikan:

JAKARTA – Wacana kelanjutan kepemimpinan nasional pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2029 mulai mengemuka, seiring pernyataan sejumlah partai politik yang menyatakan kesiapan mendukung Presiden Prabowo Subianto untuk kembali maju. Namun, sikap berbeda ditunjukkan Partai NasDem yang hingga kini belum mengambil keputusan resmi.

Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh menyatakan bahwa partainya masih mempertimbangkan secara matang arah dukungan politik ke depan, termasuk kemungkinan kembali mendukung Prabowo pada kontestasi Pilpres 2029. Meskipun NasDem saat ini berada di barisan pemerintahan, keputusan strategis tersebut disebut belum final.

“Ah itu nanti kita sedang pikirkan, karena kita ada di sana (koalisi),” kata Surya Paloh ketika ditemui di Kantor DPP Partai NasDem, Jakarta Pusat, Sabtu (21/02/2026).

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa NasDem memilih bersikap hati-hati dalam menyikapi dinamika politik nasional. Menurut sejumlah pengamat, sikap menunggu yang ditunjukkan NasDem mencerminkan kehati-hatian partai dalam membaca peta politik serta aspirasi publik menjelang Pemilu 2029 yang masih cukup jauh.

Di sisi lain, sejumlah partai politik yang juga berada dalam koalisi pemerintahan telah lebih dulu menyatakan dukungan terhadap Prabowo untuk kembali mencalonkan diri. Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Amanat Nasional (PAN), dan Partai Golkar secara terbuka menyampaikan kesiapan mereka mendukung Prabowo melanjutkan kepemimpinan pada periode 2029–2034.

Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar, yang akrab disapa Cak Imin, membenarkan adanya dukungan tersebut. “Iya, betul, itu betul (PKB dukung Prabowo dua periode),” kata Cak Imin saat ditemui di Wihara Avalokitesvara, Taman Sari, Jakarta Barat, Minggu (15/02/2026).

Meski demikian, baik PKB maupun partai pendukung lainnya belum mengungkap secara jelas siapa sosok calon wakil presiden yang akan diusung untuk mendampingi Prabowo. Cak Imin sendiri enggan menjawab pertanyaan lanjutan mengenai figur pendamping Prabowo pada Pilpres mendatang.

Situasi ini menunjukkan bahwa dukungan yang diberikan sejauh ini masih bersifat prinsipil dan belum mengarah pada paket pasangan calon. Hingga kini, hampir seluruh partai juga belum menyatakan secara tegas apakah dukungan kepada Prabowo akan kembali diberikan bersama Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka atau dengan figur lain.

Wacana Prabowo dua periode semakin menguat setelah Presiden ke-7 Republik Indonesia Joko Widodo secara terbuka menyampaikan dukungannya.

“Kan sudah saya sampaikan Prabowo-Gibran dua periode. Sudah, itu saja,” kata Jokowi saat ditemui di Solo, Jawa Tengah, Jumat (30/01/2026).

Pernyataan Jokowi tersebut memicu respons beragam di kalangan elite politik dan publik. Sebagian menilai dukungan tersebut sebagai sinyal kuat kesinambungan pemerintahan, sementara pihak lain menganggap perlu adanya ruang diskusi yang lebih luas terkait regenerasi kepemimpinan nasional.

Dalam konteks ini, sikap NasDem yang belum mengambil keputusan dipandang sebagai upaya menjaga fleksibilitas politik. Partai tersebut disebut ingin memastikan bahwa setiap keputusan strategis sejalan dengan kepentingan bangsa, konstitusi, serta aspirasi masyarakat luas, bukan semata-mata pertimbangan koalisi jangka pendek. []

Diyan Febriana Citra.

Bagikan:
Hotnews Nasional