AS Akan Hapus Semua Lembaga? Ini Kata Elon Musk

AS Akan Hapus Semua Lembaga? Ini Kata Elon Musk

JAKARTA – Miliarder Amerika Serikat (AS), Elon Musk, menyatakan bahwa pemerintahan Presiden Donald Trump akan ‘menghapus seluruh lembaga’ dari pemerintah federal. Pernyataan ini mencerminkan langkah radikal dalam memangkas pengeluaran dan merombak struktur pemerintahan di AS.

Dalam panggilan video ke World Governments Summit di Dubai, Uni Emirat Arab, Musk mengkritik birokrasi yang dianggapnya bertentangan dengan demokrasi. “Kita benar-benar memiliki pemerintahan birokrasi yang bertentangan dengan pemerintahan rakyat—demokrasi,” kata Musk. Ia menegaskan bahwa tanpa pencabutan total, birokrasi akan terus berkembang dan menghambat efisiensi pemerintahan.

Elon Musk Pegang Kendali Pemerintahan Trump

Musk saat ini memimpin Departemen Efisiensi Pemerintah, sebuah lembaga yang bertugas mengonsolidasikan sebagian besar struktur pemerintahan AS atas restu Presiden Trump. Dalam perannya, Musk telah menyingkirkan sejumlah pejabat karier, memperoleh akses ke basis data sensitif, dan menciptakan pertikaian konstitusional mengenai batas kewenangan presiden.

Pernyataan Musk ini juga memberikan gambaran tentang kebijakan AS di Timur Tengah, termasuk keputusan Trump untuk membubarkan Badan Pembangunan Internasional AS (USAID).

“Banyak perhatian tertuju pada USAID misalnya,” ujar Musk, merujuk pada perombakan kebijakan luar negeri yang lebih berfokus ke dalam negeri.

Trump Kurang Tertarik Mencampuri Urusan Negara Lain

Salah satu alasan di balik pembubaran USAID adalah minimnya minat Trump untuk terlibat dalam urusan internasional.

“Selama ini, Amerika sering kali mendorong perubahan rezim di berbagai negara. Namun, saat ini AS akan lebih fokus pada urusannya sendiri,” ungkap Musk.

Kebijakan ini dinilai sebagai langkah untuk mengurangi keterlibatan AS dalam konflik global dan mengalihkan perhatian pada pembangunan domestik.

Musk Ungkap Rencana Proyek ‘Dubai Loop’

Dalam forum yang sama, Musk juga menyinggung upaya pemerintahan Trump untuk menghapus inisiatif keberagaman, kesetaraan, dan inklusi (Diversity, Equity, and Inclusion atau DEI). Ia memperingatkan bahwa kecerdasan buatan (AI) yang diprogram dengan nilai-nilai DEI dapat berujung pada pengambilan keputusan yang tidak terduga, termasuk kemungkinan ‘mengeliminasi’ individu-individu tertentu yang dianggap berkuasa.

Selain itu, Musk mengumumkan peluncuran Grok 3, chatbot AI terbaru dari platform X (sebelumnya Twitter), yang dijadwalkan hadir dalam dua minggu.

Musk juga membahas proyek transportasi ‘Dubai Loop’ yang dikembangkan oleh The Boring Company. Ia menggambarkan proyek tersebut sebagai “lubang cacing” yang memungkinkan transportasi cepat di dalam kota, yang berpotensi merevolusi sistem transportasi urban.

Dengan berbagai kebijakan yang diusulkan, pemerintahan Trump di bawah pengaruh Musk tampaknya semakin berorientasi pada efisiensi dalam negeri dan pengurangan keterlibatan internasional. Namun, langkah-langkah radikal ini juga menimbulkan perdebatan di kalangan masyarakat AS dan komunitas global.[]

Putri Aulia Maharani

Internasional