SEMARANG – Ribuan jamaah memadati lapangan voli RW 9 Bringin Kulon dalam acara Bringin Kulon Bersholawat, sebuah kegiatan religius yang menjadi bagian dari tradisi tahunan Nyadran. Acara ini diadakan setiap bulan Rajab dan dihadiri oleh berbagai tokoh masyarakat, kiyai setempat, serta pejabat daerah, termasuk perwakilan Lurah Tambak Aji dan anggota DPRD Kota Semarang, Suharsono.
Ketua panitia, Sugiyanto, dalam sambutannya menyampaikan bahwa Bringin Kulon Bersholawat merupakan salah satu rangkaian kegiatan Nyadran yang diawali dengan arwah jamak setelah salat zuhur. Kemudian, pada malam harinya dilanjutkan dengan pengajian sholawat. Agenda berikutnya adalah kegiatan bersih-bersih makam pada Minggu pagi, yang ditutup dengan doa tahlil dan yasin bersama usai salat zuhur.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada para donatur dan seluruh panitia dari seluruh RT Bringin Kulon yang telah berkontribusi sehingga acara ini dapat berjalan dengan baik dan lancar,” ujar Sugiyanto.
Pengajian dalam acara tersebut diiringi oleh Hadroh Al Muqorrobin dari Kendal, yang dipimpin oleh Habib Muhammad Firdaus bin Masyhur Al Munawar. Selain itu, tausiyah disampaikan oleh KH. Muh. Inamuzzahidin, M.Ag., yang menyampaikan pesan-pesan keagamaan penuh hikmah kepada para jamaah.
Suasana penuh khidmat terasa sepanjang acara hingga selesai pada pukul 23.00 WIB. Kegiatan ini tidak hanya menjadi sarana mempererat silaturahmi antarwarga, tetapi juga memperkuat nilai-nilai keimanan serta melestarikan budaya lokal.
Salah satu jamaah, Siti Rohmah (45), mengungkapkan rasa syukurnya dapat mengikuti kegiatan ini. “Alhamdulillah, setiap tahun kami sekeluarga selalu mengikuti Bringin Kulon Bersholawat. Selain menambah keberkahan, acara ini juga menjadi ajang silaturahmi bagi masyarakat,” ujarnya.
Hal senada juga disampaikan oleh Ahmad Fauzi (50), yang berharap tradisi ini tetap dilestarikan. “Kegiatan seperti ini harus terus dijaga agar anak cucu kita bisa memahami pentingnya tradisi yang penuh nilai spiritual ini,” katanya.
Selain diisi dengan pengajian dan doa bersama, acara ini juga menjadi momentum bagi masyarakat untuk berbagi kebaikan. Sejumlah donatur turut berkontribusi dalam bentuk konsumsi bagi jamaah yang hadir, serta memberikan santunan kepada anak yatim dan warga kurang mampu di lingkungan Bringin Kulon.
Para jamaah berharap agar tradisi Bringin Kulon Bersholawat terus dijaga dan diwariskan kepada generasi mendatang sebagai bentuk kearifan lokal yang kaya akan nilai spiritual dan sosial.[]
Putri Aulia Maharani