AFC Denda PSSI atas Pelanggaran Administrasi Laga Uji Coba

AFC Denda PSSI atas Pelanggaran Administrasi Laga Uji Coba

Bagikan:

JAKARTA – Federasi sepak bola Indonesia, PSSI, resmi menerima sanksi dari AFC terkait penyelenggaraan laga uji coba internasional antara Tim Nasional Indonesia U-23 melawan Mali yang berlangsung pada November lalu. Keputusan tersebut diumumkan AFC pada Rabu (25/02/2026) dan menegaskan adanya pelanggaran administratif dalam proses pelaporan pertandingan.

Dalam dokumen resmi yang dirilis AFC, disebutkan bahwa PSSI melanggar ketentuan mengenai otorisasi pertandingan internasional tier 2 dan kompetisi internasional tier 2 sebagaimana diatur dalam Pasal 11 Regulasi AFC tentang Pertandingan Internasional. Pelanggaran tersebut terjadi karena federasi dinilai terlambat mengajukan pemberitahuan resmi terkait pelaksanaan laga uji coba tersebut.

AFC mencatat, pelanggaran ini bukan yang pertama dilakukan PSSI. Berdasarkan laporan badan sepak bola Asia itu, keterlambatan administrasi tersebut tercatat sebagai pelanggaran ketujuh yang dilakukan PSSI dalam kategori serupa. Catatan tersebut menjadi salah satu pertimbangan utama AFC dalam menjatuhkan sanksi disiplin.

Akibat pelanggaran tersebut, PSSI dijatuhi sanksi berupa denda finansial sebesar USD 1.500 atau setara sekitar Rp25 juta. AFC menetapkan bahwa denda tersebut wajib dibayarkan paling lambat 30 hari sejak keputusan resmi disampaikan kepada pihak federasi.

“Asosiasi Sepak Bola Indonesia diperintahkan untuk membayar denda sebesar USD 1.500 atas pelanggaran Pasal 11.15 Regulasi AFC yang Mengatur Pertandingan Internasional,” tulis pernyataan AFC.

“Denda tersebut harus dibayarkan dalam waktu 30 hari sejak tanggal keputusan ini disampaikan sesuai dengan Pasal 11.3 Kode Disiplin dan Etik AFC,” tandas AFC.

Pertandingan yang menjadi sorotan tersebut merupakan laga uji coba internasional antara Timnas Indonesia U-23 melawan Timnas Mali U-23, yang digelar di Stadion Pakansari, Bogor. Laga itu sebelumnya digelar sebagai bagian dari persiapan tim nasional Indonesia kelompok usia muda menghadapi agenda internasional berikutnya.

Secara teknis, AFC menegaskan bahwa setiap pertandingan internasional, termasuk laga uji coba, wajib dilaporkan dan mendapatkan otorisasi sesuai tenggat waktu yang telah ditetapkan. Prosedur ini dinilai penting untuk memastikan aspek regulasi, perlindungan pemain, serta sinkronisasi kalender pertandingan internasional berjalan dengan baik.

Meski sanksi yang dijatuhkan bersifat denda administratif dan tidak berdampak langsung pada hasil pertandingan maupun status pemain, keputusan ini menjadi pengingat bagi federasi nasional akan pentingnya tata kelola dan kepatuhan terhadap regulasi internasional. Pengawasan administratif menjadi salah satu fokus utama AFC dalam menjaga profesionalisme penyelenggaraan sepak bola di kawasan Asia.

Hingga kini, belum ada pernyataan resmi lanjutan dari PSSI terkait langkah evaluasi internal atas sanksi tersebut. Namun, denda yang relatif kecil dibandingkan sanksi berat lainnya menunjukkan bahwa AFC masih menempatkan pelanggaran ini dalam kategori administratif, meski tetap dicatat sebagai pengulangan kesalahan.

Ke depan, kepatuhan terhadap regulasi internasional diharapkan dapat berjalan lebih disiplin agar persiapan tim nasional, khususnya di kelompok usia muda, tidak terganggu oleh persoalan non-teknis di luar lapangan. []

Diyan Febriana Citra.

Bagikan:
Nasional